Rabu, Maret 11, 2026

Langit Hitam Pekat dan Bau Amis Darah

Puisi O’ushj.dialambaqa

-lukamu abadi:

170 siswa sekolah dasar Iran dibunuh rudal  Zionis Netanyahu-Trump

puluhan ribu perempuan dan anak di Gaza Palestin dibunuh Zionis Netanyahu-Trump-

Asap mesiu dan genangan darah diterbangkan angin. menyekap pernafasan. langit hitam pekat dan bau amis darah. kematian demi kematian. brutal dan amat sangat biadab. o, semesta yang fana. kebrutalan dan kebiadaban dipertontokan dengan  garang. teknologi sebatas pemuas syahwat politik kekuasaan. membantai dan melenyapkan nyawa nyawa tak berdosa. sambil membusungkan dada, berkatalah meraka; kami penjaga lalu lintas geopolitik, global economic dan perdamaian dunia. menjadi alasan pembenaran.

Asap mesiu dan ledakan ledakan dahsyat telah menggenangkan darah. langit hitam pekat. jeritan jeritan suara melengking memanggil manggil namamu. sirine meraung raung bukan menghentikan senjata. sekedar alarm waspada. subhanallah subhanallah. allahu akbar allahu akbar. o, semesta yang fana. kerakusan dan ketamakkan telah menggenangkan darah. langit hitam pekat dan bau amis darah. teknologi menjadi bencana di tangan  setan setan jahanam dan iblis iblis. menjadi syahwat politik kekuasaan. brutal dan amat sangat biadab.

Di perjamuan darah babi berkumpul pemikir, ahli ahli dan pakar tak berkalbu. nuraninya blingsatan. matanya gerhana. pandangannya berkunang kunang. mengira bendera putih  dikibarkan di  genangan darah. akhir dari takdir. o, semesta yang fana. dendam dan kebencian akan terus membara. merimbunkan pohon-pohon asfala safilin yang tumbuh di genangan amis darah. jeritan jeritan suara melengking menembus langit hitam pekat dan  amis darah. memanggil manggil namamu. o, semesta yang fana. kebrutalan dan kebiadaban  menggenangkan darah. kematian demi kematian mengalirkan darah segar yang membara.

Singaraja, Selasa tengah malam, 3.3.2026.

Related Articles

Latest Articles