Rabu, Januari 7, 2026

Lennart Karl, Wonderkid Bayern Muenchen yang Kerap Dibandingkan dengan Lionel Messi

Lennart Karl tengah menjadi pembicaraan di Jerman setelah remaja 17 tahun milik Bayern Muenchen itu kerap dibandingkan dengan Lionel Messi. Karl tidak menolak label tersebut, tetapi menegaskan jarak kualitasnya dengan sang ikon masih sangat jauh.

“Tentu saja saya senang dibandingkan dengan Messi,” kata Karl dalam wawancara di FIFA. Namun ia segera memberi batas.

“Secara pribadi, saya rasa Anda tidak bisa membandingkan saya dengan Messi. Messi berada di puncak, dan saya masih punya jalan panjang. Messi adalah panutan saya,” ujarnya.

Perbandingan itu muncul bukan tanpa alasan. Karl dikenal dominan dengan kaki kiri, punya pusat gravitasi rendah, dan sering mengubah arah lari saat menggiring bola untuk mengecoh lawan—ciri yang membuat banyak orang mengaitkannya dengan Messi. Laporan Bundesliga.com juga menyoroti profil Karl sebagai gelandang serang yang mengidolakan Messi sejak kecil, sekaligus mengagumi Martin Ødegaard sebagai rujukan profesional.

Dari sisi angka, musim 2025/2026 menjadi titik lonjakan. Sejumlah laporan menyebut Karl sudah mengoleksi enam gol dan dua assist dalam sekitar 22 penampilan di semua kompetisi. Di Liga Champions, catatannya lebih mencolok: UEFA mencatat Karl mencetak tiga gol dari empat laga. Salah satu momen yang mengangkat namanya datang saat golnya ke gawang Club Brugge mendapat pengakuan internal klub sebagai “Goal of the Month” Bayern untuk Oktober 2025.

Dorongan agar Karl dipanggil ke timnas senior Jerman menjelang Piala Dunia 2026 juga mulai terdengar. Joshua Kimmich termasuk yang paling vokal. Intinya, Kimmich menilai siapa pun yang bermain reguler dan tampil kuat bersama Bayern pantas dipertimbangkan untuk tim nasional, terlepas dari usia. Dukungan serupa bahkan datang dari rekan setim lain seperti Jonathan Tah, yang menilai performa Karl di Bundesliga dan Liga Champions sudah menjadi “bukti kesiapan.”

Meski begitu, Bayern meminta publik menahan ekspektasi. Uli Hoeneß mengingatkan bahwa euforia membandingkan Karl dengan Messi setelah baru beberapa laga Bundesliga adalah bentuk pembesaran yang berisiko menekan pemain muda.

Di level tim, Karl ikut berada dalam skuad Bayern yang memimpin Bundesliga dengan rekor tak terkalahkan pada 15 laga awal musim, serta menempati posisi kedua klasemen Liga Champions pada fase liga.  Bayern juga sudah menembus perempat final DFB-Pokal musim ini.

Karl mungkin belum “Messi”, dan ia sendiri mengakuinya. Namun data kontribusi, pengakuan performa di panggung Eropa, serta dukungan figur senior menunjukkan satu hal: Bayern sedang mengasah aset besar—dan Jerman mulai menimbang apakah aset itu sudah layak dibawa ke level tertinggi. (Rio)

Related Articles

Latest Articles