Rabu, Januari 28, 2026

Pemdes Tegalapanjang Cireunghas Genjot Penurunan Stunting Melalui Program BASLUB

Sukabumi, Demokratis

Pemerintah Desa (Pemdes) Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, terus melaksanakan program pemberian Bantuan Stunting Langsung Untuk Balita (BASLUB) 1 telur sehari, bantuan itu sering disebut gerakan “One Day One Egg”, dalam upaya menggenjot menurunkan stunting dan merupakan langkah strategis pemerintah desa untuk memenuhi asupan protein hewani bagi  balita stunting di wilayah Desa Tegalpanjang.

Hal itu diterangkan oleh Sekretaris Desa Tegalpanjang, Deni Sugilar saat ditemui Demokratis di ruangannya, Selasa (27/1/2026).

Deni Sugilar mengatakan, Pemerintah Desa dalam melaksanakan program BASLUB tersebut didanai melalui alokasi Dana Desa untuk sub-bidang kesehatan khusus untuk penanganan stunting.

“Kegiatan ini yang mana hasil kesepakatan dari Musyawarah Desa (Musdes) masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa dan APB Desa,” ujar Deni Sugilar.

Menurutnya, pemberian telur biasanya diberikan dalam bentuk paket, dalam 1 kg telur untuk kebutuhan 1 minggu atau dibagikan secara berkala melalui kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal pemberian telur dilakukan secara rutin selama minimal 3 bulan guna memastikan perbaikan gizi dan nafsu makan balita terpenuhi,” terangnya.

Ia menjelaskan, saat ini angka kasus stunting di wilayah Desa Tegalapanjang terus menurun balita yang terindikasi. Data itu hasil dari kader Posyandu dan bidan desa serta pegawai Puskesmas yang bertugas melakukan pengukuran tinggi serta berat badan balita secara rutin yang diberikan kepada Pemdes.

“Desa tidak hanya memberikan bantuan fisik (telur), tetapi juga tak berhenti mensosialisasikan mengenai pentingnya gizi seimbang selain telur agar orang tua dapat melanjutkan pola makan sehat dan bergizi secara mandiri,” tegasnya.

Sekdes Tegalapanjang mengimbau, selain lembaga PKK dan kader, peran masyarakat agar berpartisipasi untuk menurunkan angka stunting, baik dalam pengawasan maupun pelaporan seperti bilamana ada tetangga terlihat gejala atau terindikasi stunting dan konsumsi telur oleh balita tepat sasaran, dan lainnya.

“Dan yang terpenting pengawasan mandiri dari orang tua, memantau tumbuh kembang balitanya,” tutupnya. (Iwan)

Related Articles

Latest Articles