Islamabad, Demokratis
Pembicaraan antara Iran dengan Amerika Serikat akan diperpanjang satu hari lagi, dengan putaran baru akan dimulai pada Minggu di Islamabad, seperti dilaporkan kantor berita Iran Tasnim.
Sebelumnya pemerintah Iran menyatakan bahwa negosiasi antara delegasi Iran dan AS akan terus berlanjut meskipun terdapat perbedaan dari kedua pihak
“Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan,” kata pemerintah Iran di Telegram.
Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad pada Sabtu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran tentang gencatan senjata selama dua minggu pada Rabu malam.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dengan didampingi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Sementara delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vancebersama utusan khusus Presiden Donald Trump Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.
Selat Hormuz
Isu terkait Selat Hormuz menyebabkan perbedaan pendapat yang serius antara delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran selama pembicaraan di Islamabad, Pakistan, demikian dilaporkan media Iran pada Sabtu (11/4).
Stasiun televisi milik Pemerintah Iran, IRIB melaporkan bahwa delegasi perundingan telah mengadakan dua putaran pembicaraan di Islamabad dan putaran ketiga dilakukan pada Sabtu malam.
Selat Hormuz termasuk di antara isu-isu yang menyebabkan perbedaan pendapat besar di antara para negosiator, karena Iran bersikeras untuk mempertahankan keberadaan militernya di perairan tersebut, demikian dilaporkan Kantor Berita Tasnim.
Para negosiator dari pihak Iran juga menekankan perlunya upaya untuk memastikan hak-hak rakyat Iran, demikian laporan tersebut. (IB)
