Gelandang Manchester City Phil Foden terancam dicoret dari skuat Inggris di Piala Dunia 2026. Performa tak meyakinkan Foden pada dua laga uji coba melawan Uruguay dan Jepang menjadi sinyal bila Foden hanya akan berada di daftar tunggu.
Persaingan ketat di skuat Inggris menjadikan sejumlah pemain besar harus tersingkir. Sebelumnya, bek tengah Manchester United Harry Maguire mendapat peringatan dari manajer Thomas Tuchel. Dirinya hanya menjadi pilihan kelima karena di posisi tersebut sudah ada Marc Guehi yang menjadi pilihan pertama.
Guehi yang kini bermain di Man City bakal berduet dengan Ezri Konsa atau Trevor Chalobah yang dinilai memiliki mobilitas tinggi. Tidak hanya itu, bek lain di Man City, John Stones, kemungkinan juga menjadi pilihan Tuchel ketimbang Maguire yang memiliki caps 65.
Meski memiliki keunggulan lebih tenang dan matang karena sarat pengalaman, Maguire tetap kurang diperhitungkan Tuchel. Ini yang membuat bek berusia 33 ini disarankan mundur dari timnas.
Nasib sama dialami Foden yang kembali memenuhi panggilan timnas. Dirinya menjadi starter saat bermain imbang 1-1 melawan Uruguay. Di laga itu, Foden bermain sebagai nomor 10. Namun saat kalah 1-0 lawan Jepang, Foden justru berperan sebagai ‘false nine’ menggantikan Harry Kane yang cedera.
Hanya rapor dia pada dua laga itu kurang bagus alias merah. Apalagi, Foden memang sudah kesulitan mencapai performa terbaik di Man City. Meski masih berusia 25 dan pernah terpilih sebagai pemain terbaik di Premier League Inggris, namun Foden tampaknya sudah melewati masa keemasan.
Bahkan sejak Tuchel menangani The Three Lions, Foden sudah beberapa kali tak mendapat panggilan dari eks manajer Chelsea itu. Tuchel pun membeberkan dirinya tak bisa memberi jaminan Foden bakal masuk skuat Inggris yang akan tampil di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
“Tak ada jaminan dia (Foden) bakal mendapat panggilan. Dia memang sudah berusaha keras. Dia menunjukkan usaha dan performa yang ekselen selama pemusatan latihan. Namun saat lapangan dia malah kesulitan,” kata Tuchel kepada The Sun.
“Dia juga tak banyak mendapat menit bermain di Man City belakangan ini. Dia penuh senyum saat datang ke pemusatan latihan. Dia juga menjalani latihan dengan sangat baik. Ini yang menjadikan saya yakin dia bisa menunjukkannya di lapangan. Ternyata, dia malah kesulitan dan gagal memberi dampak dalam permainan,” ucapnya.
Foden memang harus berusaha keras untuk mendapat tempat di tim utama. Apalagi dia sesungguhnya jarang menunjukkan performa terbaik saat bermain untuk timnas. Meski memiliki caps 44, namun Foden baru mengemas empat gol.
Repotnya lagi, pemain yang termasuk bergaji tinggi di Man City, yaitu sebesar 225 ribu pound atau lebih dari 5 miliar rupiah setiap pekan ini harus bersaing dengan para pemain yang moncer di klubnya, Jude Bellingham dan Anthony Gordon.
Selain itu masih ada Morgan Rogers, Eberechi Eze dan Marcus Rashford. Jelas bukan perkara mudah bagi Foden untuk menggeser Bellingham yang menunjukkan konsistensi bermain di Real Madrid. Begitu pula Eze yang kian melejit di Arsenal dan Rashford mampu memberi dampak di Barcelona.
Tuchel sendiri akan mengumumkan skuat pada 30 Mei 2026. Mantan pelatih Bayern Munchen ini juga sangat cermat menentukan pemain. Dia pun memberi syarat bagi pemain yang menjadi pilihannya.
“Saya pelajari semua pemain sepanjang waktu. Saat mereka menjalani latihan dan bagaimana mereka menyatu dengan tim ini. Bagaimana mereka memberi respons dan menanggapi rancangan permainan, termasuk bagaimana mereka beradaptasi,” ucap dia.
Inggris akan terbang ke Florida untuk menjalani pemusatan latihan di AS pada 1 Juni. Mereka melakoni laga perdana melawan tim yang tak bisa dianggap enteng, Kroasia, pada 17 Juni. (Rio)
