Prapat, Demokratis
Pemerintah Kabupaten Simalungun yang dipimpin oleh Bupati Dr. H. Anton Ahmad Saragih, SE, MM dianggap sangat lamban menangani kerusakan pipa PDAM Tirta Lihou.
Akibat kerusakan pipa PDAM Tirta Lihou ini, sudah empat hari saluran air PAM mati total sehingga masyarakat pun kesulitan mendapatkan air bersih dan terpaksa mencari air bersih dari sumber mata air yang ada. Bahkan warga masyarakat mau tidak mau harus menggunakan air mineral untuk keperluan mencuci piring.
Wartawan Demokratis mendapat informasi di Ajibata, Prapat, Selasa (6/1/2026), dari sejumlah warga masyarakat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini, bahwa warga hanya bisa cuci muka karena tidak ada air.
Yang repotnya, kata warga, adalah air untuk dipergunakan dalam sehari-hari jika buang air kecil maupun buang air besar (BAB). Maka warga masyarakat khususnya di Kabupaten Simalungun itu mengharapkan Bupati H. Anton Ahmad Saragih segera dapat memperbaiki pipa PDAM yang rusak.
“Sudah empat hari Air PDAM Tirta Lihou di Kabupaten Simalungun rusak,” kata warga yang berbincang-bincang dengan Juanda Sipahutar wartawan Demokratis yang menjalankan tugas jurnalistik ke Sumatera Utara.
Dari informasi yang diperoleh dampak kerusakan pipa PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun tersebut, bukan hanya dirasakan oleh warga masyarakat, bahkan di perhotelan pun sangat berdampak.
Wartawan Demokratis yang berada di Prapat Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (6/1/2026), merasakan juga soal tidak adanya air bersih untuk mandi. (Juabda Sipahutar)
