Indramayu, Demokratis
Kemeriahan acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026, serta HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 yang digelar PWI Indramayu, Jawa Barat, dikritik oleh Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD) Indramayu, O’ushj dialambaqa, karena sebar award.
“Saya sesalkan jika organisasi pers, insan pers seperti PWI, ya negara dan daerah rusak. Pilar ke-4 hanya jadi topeng. Ini bencana Indramayu daerah terkutuk. Ditambah tentang acara pemberian award ke pemerintahan Lucky-Sae,” ujar Direktur PKSPD itu.
Penyesalan PKSPD itu, berdasarkan uraian berita acara tersebut yang diperolehnya dari media online Lintas Pantura edisi Kamis (5/2/2026), dengan judul Anugerah PWI Indramayu Award Ke–9 untuk 18 “Local Hero”, salah satunya H. Mulyadi pengusaha sukses asal Indramayu.
Kemudian tertulis bahwa puncak acaranya berlangsung di Ballroom Hotel Swiss Bellinn Indramayu, Kamis (5/2/2026). Adapun award ke-9 untuk 18 hero itu, diberikan kepada: 1. Pemkab Indramayu dengan kategori Best Economic Development; 2. Untuk Polres, kategori Rakhsa Bhayangkara Dharma Ayu; 3. Kodim 0616, kategori Asta Cita Merah Putih; 4. Untuk Kejari, kategori Adhyaksa Rastra Dana Raksaka; 5. Pengadilan Negeri, Adhikarana Suddha Samara Online.
Kemudian ke 6 untuk Ketua DPRD, kategori Perempuan Pejuang Aspirasi; 7. Anggota Komisi V DPR RI, H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST, kategori Legislator Muda Visioner; 8. Anggota Komisi VI DPR RI, Dr. Ir. HE Herman Khaeron, M.Si, kategori Tokoh Penggerak UMKM; 9. H. Mulyadi, kategori Tokoh Penggerak Pertanian.
Selanjutnya award ke10 untuk, Polly Sukassa, kategori Tokoh Penggerak Investasi; 11. H. Purnomo, S.Sos, kategori Pengusaha Muda; 12. Disnaker kategori Inisiator Perlindungan CPMI; 13. Pencipta Logo Darma Ayu kategori Lifetime Achievement; 14. LPS kategori Lembaga Penyelamat Nasabah.
Selain itu ke-15 PWI Award juga memberikan apresiasi kepada TKI Sugiarto, dengan kategori TKI Peduli Kemanusiaan; 16. H. Warto, S.IP kategori Pelestari Kuliner Gombyang; 17. Aulia Adzikri Naja Maulana kategori Atlet Renang Muda Berprestasi, dan ke 18. Ki Dalang Rusdi, kategori Pelestari Seni Budaya.
Disebutkan juga oleh Ketua PWI Indramayu bahwa mitra kerja PWI yang men-support dalam berbagai kegiatan, di antaranya H. Mulyadi, LPS, Pertamina EP, Pertamina Kilang, PT. Polytama Propindo, PLN Nusantara Power, Bank BJB, Prumdam TDA, Alfamart, Swiss Belinn Indramayu, Pupuk Kujang, PT. BPR Indramayu Jabar, PT. Rajawali Nusantara Indonesia, Elnusa dan Land Group.
Selanjutnya menurut PKSPD, “Jika faham dengan UU Pers dan kode etik jurnalistik dan mengerti filosofi media atau pers sebagai pilar ke-4 demokrasi, tentu tidak mungkin bisa memberikan award kepada pemerintahan Lucky-Sae. Karena salah satu fungsi utamanya adalah watchdog, karena ternyata fakta konkretnya sebagai buzzer. Maka niscaya dengan tanpa merasa berdosa, memberikan award pada tata kelola pemerintahan yang rusak.”
“Pers sebagai buzzer tidak melek bahwa tata kelola pemerintahan Lucky nyaris semua kebijakan publiknya menabrak peraturan perundang-undangan, baik tata kelola SKPD atau OPD, maupun dalam tata kelola BUMD, seperti PDAM-TDA dan BWI,” imbuhnya.
“PKSPD juga tidak heran, apalagi terkejut jika PWI pada HUT-nya lantas memberikan award pada Lucky atau lainnya, seperti yang disematkan pada kebanyakan orang, itu seperti tontonan pasar murah. Makanya menjadi daerah terkutuk sejarah,” kritik Dirut PKSPD melalui Demokratis Selasa (10/2/2026). (S Tarigan)
