Jakarta, Demokratis
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan buka puasa bersama organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, dan perwakilan masyarakat sipil di STIK/PTIK Pusdiklat Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika global.
Listyo mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antara Polri dan berbagai elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah.
“Tentunya kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan dalam mendukung program pemerintah guna mewujudkan Asta Cita,” ujar Listyo kepada media, Kamis (26/2/2026).
Ia menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian menuntut seluruh elemen bangsa memperkuat soliditas dan kesiapan dalam menghadapi berbagai dampak yang mungkin timbul.
“Situasi global saat ini sedang tidak baik-baik saja. Artinya, kita harus bersiap menghadapi implikasi dari dinamika global tersebut, dan tentunya kita membutuhkan persatuan dan kesatuan,” katanya.
Meski demikian, Listyo menegaskan Polri tetap membuka ruang bagi masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa, untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.
Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Kami siap untuk selalu dievaluasi dan dikritik agar Polri terus berbenah sesuai mandat reformasi menjadi civilian police yang dekat dan dicintai masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, menilai kegiatan tersebut merupakan agenda rutin Polri setiap Ramadan yang menjadi wadah memperkuat sinergi antara aparat dan elemen masyarakat.
“Kita melihat seluruh komponen bergabung. Ini menghadirkan nuansa persatuan yang konkret dan luar biasa. Kita berharap sinergisitas seperti ini terus ditingkatkan di masa mendatang,” ujarnya. (Dasuki)
