Minggu, April 5, 2026

Prabowo Subianto Tiba di Washington DC, Siap Hadiri KTT dan Temui Trump

Washington DC, Demokratis

Presiden Prabowo Subianto tiba di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 12.00 waktu setempat setelah pesawat Garuda Indonesia PK-GIF mendarat di Pangkalan Militer Joint Base Andrews, Prince George’s County, Maryland.

Di area parkir pesawat, Presiden Prabowo disambut sejumlah pejabat Indonesia dan Amerika Serikat, di antaranya Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Atase Pertahanan KBRI Washington DC Marsekal Pertama TNI E Wisoko Aribowo, serta Komandan Grup Pemeliharaan Pesawat VVIP/VIP Angkatan Udara AS Kolonel Gary Charland.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian penting dari agenda diplomasi dan penguatan posisi tawar Indonesia dalam menghadapi dinamika serta perundingan ekonomi global. Selama di Washington DC, Presiden dijadwalkan menghadiri tiga agenda utama, yakni pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu 18 Februari, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) Gaza pada Kamis 19 Februari, serta pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, salah satu agenda krusial adalah penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik atau agreement on reciprocal trade (ART), yang proses negosiasinya telah berlangsung sejak 2025. Pemerintah Indonesia menilai kesepakatan ini strategis untuk memperkuat akses pasar, menjaga kepentingan nasional, serta memastikan hubungan dagang yang lebih seimbang dan saling menguntungkan.

Presiden Prabowo dalam penerbangan dari Jakarta didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Setibanya di pangkalan militer, Presiden yang mengenakan kopiah hitam langsung menyalami para pejabat yang menyambutnya sebelum memasuki mobil kepresidenan yang dikawal Paspampres dan anggota Secret Service Amerika Serikat menuju hotel di pusat kota Washington DC.

Terkait agenda BoP, KTT perdana tersebut direncanakan digelar pada 19 Februari 2026 dan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat. Indonesia resmi menjadi anggota BoP setelah Presiden Prabowo menandatangani piagam pembentukan lembaga itu dalam peluncurannya di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.

Selain Indonesia dan Amerika Serikat sebagai penggagas, sejumlah negara lain turut bergabung dalam Dewan Perdamaian tersebut, di antaranya Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan. (IB)

Related Articles

Latest Articles