Medan, Demokratis
Pulau Samosir salah satu lokasi wisata di Sumatera Utara. Namun kini sorotan tajam dari para wisatawan domestik menyoroti lokasi wisatawan tersebut, terkait dengan mahalnya harga-harga makanan maupun dagangan lainnya. Tidak dapat dipungkiri biaya makan di Pulau Samosir ini boleh dibilang cukup mahal. Artinya biaya makan cukup mencekik leher, maka para wisata domistik kian kapok untuk berwisata di Pulosamosir, Sumatera Utara.
Pemilik kuliner di Pulau Samosir ini, sudah seenaknya bikin harga, membuat para wisatawan menyoroti tindakan pedagang yang bikin harga cukup mahal sehingga wisatawan yang datang bertamasya ke Pulau Samosir ini kapok.

“Luar biasa harga makanan di Pulau Samosir ini,” kata sejumlah wisatawan domestik dari Tarutung.
Mereka mengaku bahwa harga makanan misalnya makan nasi di warteg hanya makan telur harganya mencapai Rp20.000. “Pedagang di Pulau Samosir ini menggunakan kesempatan,” kata sejumlah pengunjung.
Untuk sebagai perhatian terhadap pemerintah Kabupaten Samosir supaya melakukan sosialisasi terhadap pedagang terkait harga barang yang cukup mahal.

Sementara menurut pengamatan Demokratis, meski masih suasana tahun baru, namun pengunjung sudah sepi, diduga keras karena pelayanan pedagang kurang memuaskan di samping mahalnya harga dagangan.
Kalau tetap seperti ini pengunjung pun tak akan datang lagi berwisata ke Pulau Samosir sehingga tempat wisata Pulau Samosir akan sepi dari pengunjung. (Juanda Sipahutar)
