Real Madrid menyatakan telah menyerahkan “seluruh bukti yang tersedia” kepada UEFA terkait dugaan penghinaan rasial terhadap Vinícius Júnior dalam laga Liga Champions melawan Benfica di Lisbon. Pernyataan resmi klub dirilis Kamis waktu setempat, menyusul dibukanya investigasi oleh otoritas sepak bola Eropa tersebut.
“Klub kami telah secara aktif berkolaborasi dengan investigasi yang dibuka UEFA menyusul episode rasisme yang tidak dapat diterima dalam pertandingan tersebut,” tulis Real Madrid dalam pernyataan resminya. Klub juga menambahkan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan seluruh institusi untuk memberantas rasisme, kekerasan, dan kebencian dalam olahraga.
UEFA sebelumnya menunjuk penyelidik khusus untuk mengumpulkan fakta atas insiden yang terjadi dalam kemenangan 1-0 Madrid pada leg pertama fase gugur. Vinícius menuduh pemain Benfica, Gianluca Prestianni, menyebutnya “monyet” setelah ia mencetak gol dan melakukan selebrasi di dekat sudut lapangan.
Pertandingan Sempat Dihentikan
Pertandingan dihentikan sekitar 10 menit setelah Vinícius melaporkan dugaan pelecehan kepada wasit. Protokol anti-rasisme UEFA diaktifkan sesuai regulasi kompetisi. Setelah jeda tersebut, laga kembali dilanjutkan dan Vinícius menyelesaikan pertandingan.
Usai laga, Vinícius mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. “Rasis adalah, di atas segalanya, pengecut. Mereka perlu menutup mulut mereka dengan seragam mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka,” tulisnya. Ia juga menyebut, “Tidak ada yang terjadi hari ini yang baru dalam hidup saya dan keluarga saya.”
Presiden FIFA Gianni Infantino turut bereaksi atas dugaan insiden tersebut. “Saya terkejut dan sedih melihat dugaan insiden rasisme terhadap Vinicius Junior,” ujarnya. Ia menegaskan kembali sikap tanpa toleransi terhadap diskriminasi dengan menyatakan, “Tidak untuk rasisme! Tidak untuk segala bentuk diskriminasi!”
Benfica Bantah dan Dukung Investigasi
Di sisi lain, Benfica menyatakan mendukung penuh investigasi UEFA dan membela Prestianni. Klub Portugal itu menyebut sang pemain menjadi korban kampanye pencemaran nama baik.
Benfica dalam pernyataannya menegaskan bahwa mereka “sepenuhnya mendukung dan mempercayai versi yang disampaikan” oleh Prestianni. Hasil investigasi UEFA kini dinantikan untuk menentukan ada atau tidaknya pelanggaran disipliner. (Rio)
