Kamis, April 2, 2026

Rumah Ono Surono Digeledah KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Bekasi

Jakarta, Demokratis

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek di Kabupaten Bekasi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara dugaan praktik ijon proyek yang menyeret Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti tambahan dalam perkara tersebut.

“Dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi, hari ini Rabu (1/4), penyidik melakukan penggeledahan di rumah ONS, yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat,” kata Budi kepada wartawan, di Kantornya, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, lokasi penggeledahan berada di Kota Bandung dan hingga saat ini prosesnya masih berlangsung.

“Lokasi di Kota Bandung. Kegiatan masih berlangsung. Kami akan update perkembangannya,” ujarnya.

KPK Telusuri Aliran Uang 

Dalam perkara ini, KPK tidak hanya menetapkan Ade Kuswara Kunang sebagai tersangka, tetapi juga dua pihak lain, yakni Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, yang juga ayah dari HM Kunang, serta Sarjani dari pihak swasta.

Penyidik menduga Ade menerima suap dan gratifikasi dengan total mencapai Rp 14,2 miliar selama menjabat sebagai Bupati Bekasi periode 2025–2030.

Sebagian dari dana tersebut diduga berasal dari praktik ijon proyek, yakni pemberian uang oleh pihak swasta sebelum proyek dijalankan. Nilainya diperkirakan mencapai Rp 9,5 miliar dalam rentang Desember 2024 hingga Desember 2025.

Dalam konteks ini, istilah ijon merujuk pada pemberian uang di luar mekanisme resmi pengadaan, yang dijanjikan sebelum proyek dilaksanakan.

Ono Surono Pernah Diperiksa

Sebelum penggeledahan, KPK telah memeriksa Ono Surono sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK pada Kamis (15/1). Dalam pemeriksaan itu, ia mengaku mendapat pertanyaan terkait dugaan aliran dana dalam perkara tersebut.

“Ada beberapa yang ditanyakan. Iya (dicecar soal aliran uang),” ucap Ono usai pemeriksaan.

Namun, ia tidak merinci lebih jauh materi pemeriksaan. Ono menyebut penyidik juga menyinggung perannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat, bukan dalam kapasitasnya sebagai pimpinan DPRD.

Adapun Ade Kuswara Kunang diketahui merupakan kader PDIP yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi. (Dasuki)

Related Articles

Latest Articles