Selasa, Januari 27, 2026

Sejarah Hari Memompa ASI Sedunia

Bagi banyak ibu di seluruh dunia, memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati adalah sebuah misi cinta yang penuh tantangan.

Di tengah kesibukan dunia modern—mulai dari tuntutan karier hingga kondisi medis tertentu—kegiatan memompa ASI menjadi jembatan vital.

Itulah mengapa setiap tanggal 27 Januari, dunia memperingati Hari Memompa ASI Sedunia (World Breast Pumping Day).

Peringatan Hari Memompa ASI Sedunia bukan sekadar tentang alat pompa, melainkan sebuah bentuk apresiasi terhadap kegigihan para ibu yang rela meluangkan waktu, tenaga, dan emosi demi menyediakan “emas cair” bagi anak-anak mereka.

Sejarah Singkat: Bagaimana Semua Bermula?

Hari Memompa ASI Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 2017 oleh Wendy Armbruster, pendiri sebuah perusahaan pakaian khusus menyusui.

Tujuannya sangat spesifik: memberikan ruang bagi para ibu yang memompa ASI (sering disebut pumping moms atau EPing moms) untuk merasa diakui.

Selama bertahun-tahun, kampanye menyusui sering kali hanya berfokus pada menyusui langsung (direct breastfeeding).

Namun, realitanya banyak ibu yang tidak bisa melakukan hal tersebut karena berbagai alasan, seperti bayi prematur di NICU, harus kembali bekerja, atau masalah anatomi.

Hari ini hadir untuk mengatakan bahwa memompa ASI adalah bentuk menyusui yang sama validnya dan sama heroiknya.

Fakta Unik yang Jarang Diketahui

Di balik suara mesin pompa yang ritmis, terdapat beberapa fakta menarik yang menunjukkan betapa luar biasanya proses ini:

– Produksi Berdasarkan Permintaan: Tubuh manusia sangat cerdas. Prinsip utama memompa adalah supply and demand. Semakin sering payudara dikosongkan melalui pompa, semakin banyak sinyal yang dikirim ke otak untuk memproduksi hormon prolaktin dan oksitosin.

– Komposisi yang Berubah: Tahukah Anda bahwa ASI yang dipompa di malam hari mengandung lebih banyak melatonin? Zat ini membantu bayi memahami perbedaan siang dan malam serta tidur lebih nyenyak.

– Teknologi dari Masa ke Masa: Pompa ASI pertama yang dipatenkan muncul pada abad ke-19 (sekitar tahun 1854).

Tentu saja, bentuknya jauh lebih besar dan tidak senyaman pompa elektrik wearable yang kita kenal saat ini di tahun 2026.

Inspirasi: Lebih dari Sekadar Botol dan Selang

Memompa ASI adalah ujian kesabaran. Seorang ibu yang bekerja mungkin harus bersembunyi di ruang laktasi yang sempit di sela-sela rapat penting.

Seorang ibu dengan bayi di ruang perawatan intensif harus memompa setiap 3 jam, bahkan di tengah malam, meski tidak ada bayi di pelukannya.

Inspirasi terbesar dari hari ini adalah solidaritas. Di media sosial, tagar #WorldBreastPumpingDay menjadi tempat berbagi tips, dukungan bagi mereka yang sedang mengalami penurunan suplai, hingga donasi ASI bagi bayi yang membutuhkan.

Ini adalah perayaan tentang batasan fisik yang ditembus demi masa depan generasi yang lebih sehat.

Hari Memompa ASI Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap tetes ASI yang disimpan di dalam kantong plastik atau botol kaca adalah bukti kerja keras.

Dukungan dari lingkungan kerja, pasangan, dan masyarakat sangat krusial agar para ibu bisa terus memberikan nutrisi terbaik tanpa merasa terbebani. ***

Related Articles

Latest Articles