Kamis, Januari 22, 2026

Seskab Teddy: Bapak Presiden kalau Keluar Negeri Selalu Ada Hasilnya

Jakarta, Demokratis

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyebutkan kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto selalu membawa pulang hasil serta dampak positif bagi Indonesia. Termasuk kunjungan Prabowo ke Inggris yang membawa pulang sejumlah kesepakatan strategis.

“Intinya ini Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,” kata Teddy kepada wartawan di Bandar Udara Stansted, London, Inggris, Rabu (21/1/2026).

Teddy menjelaskan selama kunjungan kenegaraan yang berlangsung dua hari di London, Inggris, Prabowo berusaha untuk memaksimalkan kerja sama antara Indonesia dengan Inggris. Selain itu, manfaat dari kunjungan ini juga diusahakan bisa dirasakan masyarakat dalam waktu dekat.

“Jadi yang tadi saya sebutkan itu, dalam waktu dua hari di sini, beliau ingin secepat mungkin, sebesar mungkin, ada manfaat yang didapat oleh Indonesia,” tuturnya.

Adapun, Presiden Prabowo bertemu Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo membawa pulang tiga kesepakatan strategis antara Indonesia dengan Inggris.

Pertama, Prabowo berhasil mencapai kesepakatan investasi senilai 4 miliar pundsterling atau setara dengan Rp90 triliun.

“Intinya ada tiga, jadi yang pertama ada komitmen investasi sebesar 4 miliar pundsterling, itu sekitar Rp90 triliun,” kata Teddy.

Selanjutnya, Indonesia dan Inggris mencapai penguatan kerja sama di sektor maritim. Ketiga, pimpinan negara ini juga membawa pulang kerja sama dalam pembangunan 1.582 kapal nelayan.

“Nah yang menariknya begini, jadi kapalnya ini nanti menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Kenapa? Karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh Teddy menyebutkan 600 ribu tenaga kerja yang diserap terdiri dari 30 ribu untuk awak kapalnya. Kemudian 400 ribu lainnya untuk pekerja yang memproduksinya.

“Kemudian nanti ada 170 ribu, itu multiplier efeknya di luar dari yang berkaitan langsung. Itu yang pertama,” kata dia.

Sementera itu, pertemuan dengan Raja Inggris Charles III di London, Inggris, Rabu (21/1/2026) mencapai kerja sama di bidang lingkungan dan konservasi alam. Keduanya menghasilkan komitmen kerja sama antara Indonesia dan Inggris dalam upaya pemulihan ekosistem dan pelestarian lingkungan hidup, khususnya di kawasan taman nasional Indonesia.

“Tadi Bapak Presiden bertemu dengan Raja Charles III, kemudian intinya adalah ada kerja sama dan komitmen dari Inggris untuk membantu Indonesia dalam memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 taman nasional di Indonesia,” tutur Teddy. (EKB)

Related Articles

Latest Articles