Sukabumi, Demokratis
Sekolah Menengah Kejujuran Negeri 1 (SMKN 1) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, secara resmi telah melaksanakan program Pesantren Ekologi di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, dengan pembuatan lubang biopori dan penanaman pohon di area sekolah, Rabu (4/3/2026).
Program inovatif ini dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan karakter keagamaan dengan kesadaran lingkungan.
Kegiatan dengan mengusung tema “Internalisasi Nilai Gapura Panca Waluya Guna Mewujudkan Manusia Waluya Rahmatan Lil Alamin”.
Gapura Panca Waluya merupakan filosofi pendidikan karakter khas Jawa Barat yang berfokus pada lima pilar utama yaitu Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (cerdas), dan Singer (terampil).
Kepala SMKN 1 Cibdak Iwan mengatakan, dalam kegiatan hari ini sedang melaksanakan program Pesantren Ekologi, yang diprogramkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dimana program tersebut harus dilaksanakan oleh seluruh sekolah tingkat SMK, SMA sederajat.
Aksi para kelompok siswa dengan menanam pohon di area sekolah hari ini, di lahan kosong yang tidak produktif dengan tanami pohon yang bermanfaat.
“Adapun penanaman pohon di tempat tinggal masing-masing siswa yang dilakukan pada tanggal 1 sampai 3 bulan Maret,” ujar Iwan.
Menurutnya, selain melakukan penanaman pohon, pihaknya pun di sekolah membuat lubang biopori untuk resapan air bilamana terjadi hujan deras, selain itu juga menjaga kesuburan tanah dan mengolah sampah organik.
“Untuk kegiatan pada tanggal 6 Maret tepatnya hari Jumat besok, akan ada aksi kembali dalam kegiatan hemat energi dan pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan, yang masih rangkaian kegiatan Pesantren Ekologi,” terangnya.
Pihaknya berharap lulusan SMKN 1 Cibadak bukan hanya kompeten di bidang keahliannya, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh serta peduli terhadap masa depan ekosistem bumi serta program ini dapat berkelanjutan.
Sementara Koordinator Ekstrakulikuler SMKN 1 Cibadak Tia Muliawaty menambahkan, melaksanakan program Pesantren Ekologi di bulan Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, dengan menanam pohon seperti tanaman jeruk, jambu, dan lainnya serta membuat lubang biopori di beberapa titik untuk penanganan bila terjadi banjir di sekolah.
“Melalui Pesantren Ekologi, iman tidak hanya diimplementasikan melalui ritual ibadah, tetapi juga melalui rasa cinta dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam,” tandasnya. (Iwan)
