Temuan lukisan gua di Sulawesi mengubah pemahaman lama mengenai sejarah peradaban manusia setelah cetakan tangan berusia 67.800 tahun ditemukan di Gua Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Penemuan ini dilaporkan hasil kolaborasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama dengan peneliti Australia.
Lukisan Tertua Dunia
Temuan lukisan gua di Sulawesi menarik perhatian dunia setelah sejumlah media asing menyebutnya sebagai seni cadas tertua yang pernah ditemukan. The Guardian melaporkan bahwa cetakan tangan itu dibuat dengan teknik semprot oker dan air ke dinding gua batu kapur.
Penelitian juga menemukan adanya bentuk jari yang runcing dan tidak lazim pada cetakan tangan tersebut. Para peneliti menilai bahwa bentuk itu bukan secara kebetulan, melainkan modifikasi yang disengaja sebagai bagian dari ekspresi simbolik manusia purba.
Sorotan Media Dunia
New York Times menuliskan bahwa lukisan tersebut sempat tersembunyi di bawah karya lain dan terlihat samar di permukaan batu. Salah satu peneliti, Adhi Agus Oktaviana, menemukan indikasi karya lebih tua pada lapisan gua sejak 2015.
BBC dan CNN Internasional turut menyoroti adanya temuan lukisan gua Sulawesi sebagai lompatan awal dari kreativitas manusia. Bentuk tangan yang menyerupai seperti cakar merah disebut sebagai bukti awal imajinasi simbolik Homo sapiens di Asia Tenggara.
Jadi, temuan lukisan gua di Sulawesi bukan semata-mata peninggalan seni purba, melainkan menjadi bukti penting perjalanan awal manusia modern. Penemuan tersebut menegaskan bahwa wilayah Nusantara memiliki peran besar dalam sejarah panjang peradaban dunia. ***
