Jakarta, Demokratis
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal meminta pemerintah menangguhkan rencana pengerahan ribuan prajurit TNI dalam misi Pasukan Stabilitas Keamanan atau International Stabilization Force (ISF) ke Gaza, Palestina. Permintaan itu disampaikan menyusul eskalasi perang terbuka antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang dinilai berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah.
Menurut Dino, situasi keamanan kawasan kini jauh lebih kompleks dan berisiko, termasuk bagi rencana penempatan pasukan internasional di Gaza yang hingga kini masih berada dalam situasi gencatan senjata dengan Hamas.
“Saya menganjurkan agar Presiden Prabowo Subianto menulis surat kepada Presiden Donald Trump untuk memberitahukan bahwa Indonesia akan menangguhkan pengiriman pasukan perdamaian untuk ISF di Gaza, sambil mengkaji ulang situasi serius yang sekarang berkembang di Timur Tengah,” ujar Dino, Minggu (1/3/2026).
Ia menilai serangan militer gabungan AS dan Israel terhadap Teheran berpotensi memicu komplikasi keamanan jangka panjang yang berdampak langsung pada setiap skenario perdamaian di Gaza. Dalam struktur misi tersebut, Trump disebut memimpin Board of Peace (BoP), sementara Israel menjadi salah satu anggotanya. BoP membentuk ISF sebagai pasukan gabungan yang akan dikerahkan ke Gaza di luar kendali Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Amerika Serikat disebut menjadi komandan utama ISF, sementara Indonesia bersedia bergabung sebagai anggota BoP dan didaulat sebagai wakil komandan ISF. Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapan mengerahkan sekitar 8.000 personel TNI untuk bergabung dengan 20.000 pasukan ISF dari sejumlah negara lain.
Dino mengingatkan bahwa Hamas dan sejumlah faksi pejuang di Palestina memiliki kedekatan dengan Iran. Dengan kondisi tersebut, ia khawatir pasukan Indonesia berisiko terjebak dalam dinamika konflik yang lebih luas, terlebih jika berada di bawah komando Amerika Serikat.
“Hamas dan kelompok-kelompok lainnya di Palestina mempunyai kedekatan khusus dengan Iran. Itu pasti berdampak. Apalagi pasukan Indonesia nantinya praktis berada di bawah komando Amerika Serikat dan di bawah kendali Donald Trump sebagai ketua Board of Peace,” ujarnya.
Menurut Dino, langkah penangguhan melalui surat resmi kepada Presiden AS juga akan menunjukkan sikap Indonesia sebagai negara yang berprinsip dan tidak mudah ditekan dalam percaturan geopolitik global.
Ia menekankan Presiden Prabowo perlu mempertimbangkan manuver diplomatik untuk menghindari risiko keterlibatan Indonesia dalam konflik segitiga Amerika–Israel–Iran yang masih berkembang.
“Kita harus menghindari risiko pasukan Indonesia terjebak dalam komplikasi yang mungkin timbul di Gaza dari konflik ini,” kata Dino. (IB)
