Toyota kembali berhadapan dengan persoalan hukum di Amerika Serikat. Pabrikan asal Jepang itu digugat melalui tiga class action baru yang menyoroti transmisi otomatis delapan percepatan UA80.
Dalam gugatan tersebut, transmisi ini dituding rentan mengalami kerusakan dini. Alhasil, memicu kekhawatiran soal ketahanan jangka panjang sekaligus nilai jual kembali kendaraan.
Setelah dua gugatan serupa sebelumnya mencuat, perkara terbaru kini diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik New Jersey. Langkah ini menandakan bahwa masalah tersebut tidak lagi terbatas pada satu wilayah.
Gugatan mencakup sejumlah model, mulai dari Toyota Highlander tahun 2017 hingga kendaraan yang masih dipasarkan saat ini seperti Lexus TX 350, sehingga jangkauan dampaknya dinilai cukup luas.
Dalam dokumen gugatan disebutkan adanya dua cacat utama pada transmisi tersebut.
Kedua cacat itu bahkan disebut “pada dasarnya berbahaya”, karena berpotensi membuat kendaraan berperilaku tidak terduga. Keluhan yang disampaikan antara lain kegagalan perpindahan gigi, selip mendadak, kebocoran cairan, perpindahan gigi yang kasar, munculnya bau terbakar, suara aneh, hingga hilangnya tenaga saat berkendara.
Gugatan lain menyoroti dampak cacat tersebut terhadap umur pakai kendaraan dan daya tariknya di pasar. Masalah transmisi diklaim muncul jauh sebelum masa kepemilikan normal berakhir, sehingga merugikan konsumen.
Salah satu penggugat, James LaBoutheller, pemilik Toyota Camry XSE 2020, mengaku mendengar suara tidak normal dari transmisi mobilnya. Dealer Toyota kemudian menyatakan transmisi harus diganti.
Meski Toyota bersedia menyediakan unit transmisi baru, biaya pemasangan tidak ditanggung. Akibatnya, LaBoutheller harus membayar sendiri ongkos tenaga kerja yang nilainya mencapai ribuan dolar.
Dalam pengaduan dijelaskan bahwa kerusakan pertama bersifat mekanis, yakni panas berlebih di dalam gearbox yang mempercepat keausan dan menurunkan kualitas cairan transmisi. Masalah kedua berkaitan dengan perangkat lunak, yang dituding memicu perpindahan gigi terlalu dini dan mengaktifkan kopling konverter torsi sebelum waktunya, sehingga membebani komponen internal.
Para penggugat mengeklaim Toyota sebenarnya sudah mengetahui persoalan ini sejak tahap pengujian ketahanan, bahkan sebelum transmisi tersebut dipasang pada kendaraan konsumen. Namun, perusahaan dinilai mengabaikan berbagai sinyal peringatan selama bertahun-tahun, termasuk data internal, keluhan pelanggan, catatan layanan dealer, hingga pengajuan keselamatan ke pemerintah.
Alih-alih memperbaiki, Toyota disebut menerapkan pembaruan perangkat lunak yang justru mempercepat keausan demi mengejar efisiensi bahan bakar. Selain itu, Toyota dituding terus meyakinkan pelanggan bahwa kendaraan mereka berfungsi normal.
Sementara itu, klaim garansi kerap ditolak ketika jarak tempuh kendaraan melewati batas tertentu, meskipun keluhan awal muncul saat jarak tempuh masih rendah. LaBoutheller kini berupaya mewakili pemilik dan penyewa berbagai model Toyota dan Lexus yang terdampak di seluruh AS, serta menuntut persidangan juri, ganti rugi, restitusi, dan perintah pengadilan.
Pada Desember tahun lalu, gugatan class action terpisah juga diajukan di California oleh Neil Pallaya, pemilik Toyota Highlander 2020 bermesin V6 3,5 liter dengan transmisi UA80E. Ia mengeluhkan suara mendesis bernada tinggi yang muncul terus-menerus di jarak tempuh sekitar 67.000 mil.
Dealer mendiagnosis kerusakan transmisi total, namun karena garansi telah berakhir, Pallaya ditawari biaya penggantian lebih dari 7.400 dolar AS untuk unit yang menurutnya memiliki cacat serupa. Pallaya menilai masalah tersebut bersumber dari kesalahan desain mendasar dan menyebut Toyota gagal memberikan solusi yang berarti.
Gugatan di California ini memperluas daftar kendaraan yang berpotensi terkena dampak, mencakup model-model berikut:
Toyota Highlander 2017-sekarang
Toyota Grand Highlander 2024-sekarang
Toyota Camry 2018-2024
Toyota Sienna 2017-2020
Toyota Avalon 2019-2022
Toyota RAV4 tahun 2019-sekarang
Lexus RX 350 tahun 2023-sekarang
Lexus ES 250 tahun 2021-sekarang
Lexus ES 350 tahun 2019-sekarang
Lexus NX 250 dan NX 350 tahun 2022-sekarang
Lexus TX 350 tahun 2024-sekarang. (Rio)
