Bagi Anda yang bermimpi memiliki motor dengan gaya cafe racer sejati, tahun 2026 membawa kabar yang sangat menggoda. Pabrikan motor ikonik asal Inggris, Triumph, baru saja memperkenalkan Speed Twin 1200 Cafe Racer Edition. Sebuah motor yang tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi merupakan perpaduan antara seni dan performa yang membangkitkan nostalgia era 1960-an.
Desain motor ini benar-benar memikat dengan estetika retro-modern yang sangat kuat. Triumph berhasil menyuntikkan dosis nostalgia yang tepat ke dalam rancangan yang tetap terlihat relevan di zaman sekarang. Perpaduan antara bodi yang ramping, detail aluminium yang disikat, serta balutan warna eksklusif Competition Green dan Aluminium Silver membuatnya tampak seperti sebuah “karya seni yang bergerak.”
Sayangnya, ada satu kabar yang mungkin membuat para peminat sedikit bersedih. Nama “Edition” di belakangnya bukan sekadar hiasan; motor ini diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas. Triumph hanya akan memproduksi 800 unit saja untuk seluruh dunia.
“Kelangkaan ini diprediksi akan membuat motor ini menjadi incaran utama para kolektor dan penggila motor Inggris di berbagai belahan dunia,” tulis Rideapart.
Di balik tampilannya yang menawan, motor ini menyimpan jantung mekanis yang bertenaga. Mengandalkan mesin dua silinder 1.200 cc khas Bonneville, Speed Twin 1200 Cafe Racer mampu menyemburkan tenaga hingga 103 daya kuda dan torsi 82 lb-ft. Triumph menjamin respons gas yang instan berkat penggunaan kruk as low-inertia dan urutan pengapian 270 derajat yang memberikan karakter suara mesin yang khas.
Urusan pengendalian pun tidak main-main. Di bagian depan, terpasang suspensi Marzocchi yang dapat disetel sepenuhnya, sementara bagian belakang dikawal oleh suspensi mewah dari Öhlins. Untuk urusan pengereman, sistem dari Brembo Stylema dipercaya untuk menjinakkan laju ban Metzeler Racetec RR K3 yang sudah menjadi standar pada model ini, memastikan performa balap tetap bisa dirasakan di jalan raya.
Lantas, apa yang membuat edisi ini berbeda dari Speed Twin standar? Jawabannya ada pada gaya. Edisi cafe racer ini dilengkapi dengan setang clip-on yang sangat rendah, memberikan posisi berkendara agresif. Bagian belakangnya dibuat meruncing dengan penutup jok (rear cowl) yang menyembunyikan kursi penumpang, memberikan siluet motor balap klasik yang sangat ikonik.
Meskipun terlihat seperti motor single-seater, Triumph tetap memperhatikan fungsionalitasnya. Bagi pemilik yang ingin berkendara berboncengan, Triumph menyertakan jok penumpang di dalam kotak pengiriman sehingga pemilik dapat mengganti tampilannya kapan saja. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi mereka yang ingin bergaya namun tetap bisa menggunakan motor ini untuk keperluan harian.
Paul Stroud, Chief Commercial Officer Triumph, menyatakan bahwa motor ini duduk di kasta tertinggi keluarga Speed Twin. Dengan harga yang dipatok di kisaran 17.000 dolar AS (sekitar Rp 260 jutaan), tantangan terbesarnya bukanlah pada harga, melainkan bagaimana cara mendapatkan unitnya sebelum 800 contoh tersebut ludes terjual. Bagi para pemimpi cafe racer, inilah saatnya untuk segera bergerak. (Rio)
