Selasa, Januari 13, 2026

Trump Klaim Pemimpin Iran Menghubunginya untuk Negosiasi Usai AS Ancam Intervensi Militer

Washington, DC, Demokratis

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa pimpinan Iran telah menghubunginya untuk “bernegosiasi” setelah dirinya berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer jika Iran para demonstran.

“Para pemimpin Iran menelepon” kemarin,” klaim Trump kepada wartawan di atas Air Force One, Minggu (11/1/2025), dikutip AFP.

Trump kemudian mengaku pertemuan antara AS dengan Iran terkait hal itu sedang diatur kedua belah pihak.

“Pertemuan sedang diatur… Mereka ingin bernegosiasi,” sambungnya.

“Kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan,” tantang Trump.

Menurut data Pusat Hak Asasi Manusia di Iran (CHRI) yang berbasis di Amerika Serikat (AS), terdapat “kesaksian saksi mata dan laporan kredibel yang menunjukkan bahwa ratusan demonstran telah tewas di seluruh Iran selama pemadaman internet saat ini.”

“Pembantaian sedang terjadi,” klaim CHRI.

Selama dua pekan terakhir, Iran telah diguncang gelombang demonstrasi. Aksi massa tersebut awalnya dipicu protes masyarakat Iran terhadap meningkatnya biaya hidup di dalam negeri kemudian berkembang menjadi kritik keras sistem teokrasi yang berlaku sejak revolusi 1979.

Masyarakat di Iran kemudian tak bisa mengakses internet. Namun, sejumlah kabar terkait demonstrasi tetap menyebar keluar dari Iran dengan menunjukkan demonstrasi besar-besaran selama tiga malam.

LSM Iran Human Rights (IHR) yang berbasis di Norwegia mengatakan telah mengkonfirmasi pembunuhan setidaknya 192 demonstran dengan perkiraan jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

“Laporan yang belum diverifikasi menunjukkan bahwa setidaknya beberapa ratus, dan menurut beberapa sumber, lebih dari 2.000 orang mungkin telah tewas,” kata IHR. (IB)

Related Articles

Latest Articles