Garut, Demokratis
Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Garut (GMPG) menyampaikan kekecewaan terhadap lambannya penanganan tragedi Pesta Rakyat Garut yang menewaskan tiga warga dan melukai puluhan lainnya pada Juli 2025 lalu.
Koordinator Lapangan GMPG, Taofik Rofi, menilai peristiwa yang terjadi saat pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat itu seharusnya ditangani secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab.
“Hampir tujuh bulan berlalu, tapi publik tidak tahu sejauh mana penyelidikan berjalan. Ini menyangkut nyawa manusia,” kata Taofik.
Menurutnya, meski kepolisian telah memeriksa 11 saksi, tidak adanya informasi lanjutan membuat masyarakat bertanya-tanya.
GMPG juga menilai kesiapan panitia sangat minim, mulai dari lokasi yang sempit hingga tidak adanya pengaturan massa.
Taofik menegaskan, tragedi ini bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi cerminan buruknya pengelolaan acara publik yang melibatkan massa besar.
Ia juga menyoroti belum jelasnya tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memastikan keamanan dan memberikan pendampingan kepada keluarga korban.
“Negara tidak boleh membiarkan waktu menghapus ingatan publik. Keadilan harus ditegakkan,” tegasnya.
GMPG menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan membuka peluang aksi lanjutan jika tidak ada perkembangan signifikan dalam waktu dekat. (Dani)
