Lebanon, Demokratis
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menggelar upacara penghormatan terakhir dan pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur di Lebanon untuk diterbangkan ke Tanah Air.
Tiga prajurit TNI yang tergabung Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur dan Praka Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan tugas pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga personel penjaga perdamaian Indonesia tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon, Jumat (2/4/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara dari Italia sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian mereka dalam menjaga perdamaian dunia.
“Dalam suasana penuh keprihatinan ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar,” tulis keterangan Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York seperti dikutip, Jumat (3/4/2026).
PTRI New York menerangkan, “proses repatriasi dalam situasi konflik memiliki tantangan tersendiri. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam.”
“Namun, saat ini, intensitas kontak senjata di berbagai titik kawasan, termasuk akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan, tidak hanya menimbulkan keterbatasan pergerakan, tetapi juga menjadikan setiap langkah sebagai pertaruhan keselamatan,” jelas PTRI New York.
PTRI menambahkan, “Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan sebaik-baiknya. Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan.”
“Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Banjirnya ucapan dukacita dan dukungan internasional bagi Indonesia merupakan bukti keberhasilan mereka mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” jelas Kemlu RI.
Diketahui, Praka Farizal tewas akibat ledakan proyektil di dekat fasilitas UNIFIL di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret. Peristiwa tersebut juga menyebabkan Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan luka-luka.
Dalam kurun waktu 24 jam berikutnya, dua prajurit TNI atas nama Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan tewas akibat ledakan yang mengenai konvoi pasukan PBB di dekat Bani Hayyan dalam serangan hari Senin. Sementara dua lainnya, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto luka-luka. (IB)
