Gianyar, Demokratis
Dugaan praktik perjudian tajen (sabung ayam) berlangsung marak di Jalan Raya Tunon, Desa Alelung, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Kegiatan yang berlangsung dari siang hari itu disebut-sebut belum pernah sekalipun ditindak.
Kini aktivitas yang oleh hukum nasional dikategorikan sebagai perjudian ilegal memunculkan tanda tanya besar, terutama terkait pengawasan dan penindakan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Gianyar.
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya di lapangan, arena tajen tersebut tidak hanya berlangsung sekali, melainkan telah berjalan cukup rutin dan terorganisir.
Bahkan tak sembarang orang bisa masuk, karena aktivitasnya dilakukan secara tertutup dengan sistem penjagaan ketat dan melibatkan sejumlah pihak yang diduga memiliki peran masing-masing dalam mengatur jalannya perjudian.
Disebutkan, tajen itu diduga disponsori seorang tokoh berinisial MJ. Terdapat pula seorang individu yang disinyalir berperan sebagai penghubung atau pengatur “atensi” ke oknum, yang mengaku memiliki kedekatan keluarga dengan pihak aparat.
Klaim tersebut benar atau tidak, telah menimbulkan keresahan dan persepsi negatif di tengah masyarakat. Eksisnya aktivitas tajen di Desa Alelung ini juga munculkan dugaan kuat adanya pembiaran atau bentuk “tutup mata” oleh oknum tertentu.
“Kondisi ini mencederai rasa keadilan publik, terlebih jika aparat hanya tegas kepada masyarakat kecil namun terkesan abai terhadap praktik perjudian yang terorganisir,” ungkap sumber.
Masyarakat mendesak agar Polda Bali turun langsung melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang berada di balik praktik tajen tersebut.
“Ini perlu untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta memastikan supremasi hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu,” tandas sumber.
Terkait hal itu, Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP M. Guruh Firmansyah, saat dikonfirmasi, Jumat (23/1) melalui sambung Whatsapp belum memberikan jawaban. Termasuk juga anggota Buser Polsek Ubud, Aria, karena hingga berita ini tayang belum berikan statement atas dugaan tajen di Desa Alelung, wilayah hukum Polsek setempat. (Tim)
