Jumat, Februari 20, 2026

Yayasan KEHATI Kembali Gelar ESG Award 2026, Perkuat Arus Investasi Berkelanjutan di Pasar Modal

Jakarta, Demokratis

Yayasan KEHATI kembali menggelar ESG Award 2026 by KEHATI sebagai bagian dari upaya memperkuat integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di industri pasar modal dan sektor keuangan nasional.

Di tengah meningkatnya perhatian investor global terhadap kualitas tata kelola dan keberlanjutan, ESG kini menjadi variabel penting dalam penilaian risiko, valuasi, dan arus modal. KEHATI menilai penguatan standar serta transparansi ESG akan sangat menentukan daya saing emiten Indonesia dalam menarik investasi jangka panjang.

Direktur Eksekutif KEHATI, Riki Frindos, mengatakan ESG Award dirancang sebagai instrumen untuk mendorong peningkatan kualitas praktik ESG di tingkat emiten, manajer investasi, hingga investor.

“Integrasi ESG bukan lagi pilihan reputasional, melainkan strategi mitigasi risiko dan peningkatan valuasi. Emiten dan institusi keuangan yang adaptif terhadap standar ESG akan memiliki akses pendanaan yang lebih kompetitif,” ujar Riki.

Rekam Jejak ESG di Pasar Modal

Sejak 2009, KEHATI bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia meluncurkan indeks SRI-KEHATI, indeks ESG pertama di Indonesia yang kini menjadi referensi berbagai produk investasi berbasis keberlanjutan. Pada 2021, kolaborasi diperluas melalui peluncuran indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX KEHATI.

Hingga saat ini, KEHATI telah bermitra dengan 16 manajer investasi dengan total dana kelolaan berbasis ESG melampaui Rp7 triliun. Selain itu, KEHATI juga aktif mengembangkan ekosistem impact investment serta mendukung startup berdampak melalui kolaborasi dengan fund manager domestik.

Langkah tersebut sejalan dengan peta jalan keuangan berkelanjutan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan serta meningkatnya penerbitan green bond dan instrumen pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.

Empat Kategori Penghargaan

Pada pelaksanaannya, ESG Award 2026 mencakup empat sektor utama:

Sektor Capital Market: Best Emiten, Best Investor (Manajer Investasi, Asuransi, Dana Pensiun)

Sektor Impact Investment: Best Impact Entrepreneur dan Best Investor on Impact Investment

Sektor Debt & Project Financing: Best Issuer/Borrower Green Instrument dan Best Investor/Creditor

Best Facilitator

Penilaian dilakukan melalui sistem scoring yang mengevaluasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola secara komprehensif, termasuk peningkatan skor (delta improvement) dibandingkan periode sebelumnya.

Untuk menjamin independensi dan kredibilitas, pemilihan pemenang dilakukan oleh Dewan Juri independen yang dipimpin oleh Dr. D. Cyril Noerhadi, Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority (INA), dengan Riki Frindos sebagai wakil ketua. Dewan juri juga didukung sejumlah tokoh pasar modal dan praktisi investasi hijau.

Sinyal Positif bagi Investor

ESG Award diharapkan menjadi katalis peningkatan kualitas keterbukaan serta integrasi ESG dalam strategi korporasi. Bagi investor, penghargaan ini dapat menjadi indikator tambahan dalam proses seleksi portofolio berbasis keberlanjutan.

“Penguatan praktik ESG akan berdampak pada cost of capital, persepsi risiko, dan akses ke investor global. Indonesia memiliki momentum untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pasar modal,” tambah Riki.

Pendaftaran ESG Award 2026 dibuka hingga 22 Mei 2026 pukul 24.00 WIB, dengan malam penganugerahan dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi KEHATI di www.kehati.or.id.

Tentang KEHATI

Didirikan pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan menghimpun dan mengelola sumber daya yang disalurkan dalam bentuk dana hibah, fasilitasi, konsultasi, serta berbagai dukungan lain guna menunjang pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia secara adil dan berkelanjutan.

Sejumlah tokoh yang berperan dalam pembentukan KEHATI antara lain Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, dan Nono Anwar Makarim.

Selama lebih dari dua dekade, KEHATI bekerja sama dengan berbagai lembaga lokal dari Aceh hingga Papua melalui enam pilar pendekatan program, yakni ekosistem kehutanan, pertanian, kelautan, perubahan iklim dan ekonomi sirkular, ekonomi berkelanjutan, serta Biodiversity Warriors. KEHATI juga mengelola sejumlah program khusus seperti Tropical Forest Conservation Action (TFCA) Sumatera dan Kalimantan, Blue Abadi Fund (BAF), Ananta Fund, serta SOLUSI (Solutions for Integrated Land-and Seascape Management in Indonesia).

Sebagai pionir investasi ESG di pasar modal Indonesia, KEHATI terus mendorong pengembangan indeks saham berbasis keberlanjutan dan mempromosikan impact investment guna memperkuat ekosistem usaha rintisan yang berdampak lingkungan dan sosial. (Reny)

Related Articles

Latest Articles