Selasa, Februari 24, 2026

Kemenbud dan Rhoma Irama Upayakan Dangdut Jadi Warisan Budaya ke UNESCO

Jakarta, Demokratis

Pemerintah akan mengusulkan musik dangdut sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO. Pernyataan itu disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam pertemuan dengan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (PAMDI) yang dipimpin Rhoma Irama di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senin (23/2/2026).

Pertemuan ini menindaklanjuti wacana lama antara pemerintah dan komunitas dangdut. Fokusnya dua, yaitu menyiapkan berkas pengusulan ke UNESCO dan membahas strategi pemajuan dangdut di dalam negeri.

Fadli menegaskan pengajuan ke UNESCO tak bisa dikerjakan sepihak. Dokumen kunci seperti naskah akademik dan dossier harus disusun bersama komunitas. “Tentu hal ini harus dilakukan bersama komunitasnya, dalam hal ini PAMDI dan organisasi-organisasi lain, dan para musisi yang sudah mumpuni di bidang ini,” kata Fadli dalam siaran tertulis yang diterima.

Ia juga menyebut dangdut sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia—modal penting untuk melangkah ke tahap UNESCO. Namun, Fadli mengingatkan, pengakuan internasional menuntut bukti ekosistem yang hidup: praktiknya berjalan, komunitasnya kuat, dan langkah pelestariannya jelas.

Rhoma Irama mendukung penuh rencana itu sekaligus meluruskan perdebatan asal-usul dangdut. Ia menolak anggapan dangdut “musik impor” dari India. “Sampai sekarang masih ada yang mengatakan dangdut berasal dari India dan bukan budaya kita. Saya sebagai pelaku sejarah revolusi musik dangdut dapat bersaksi bahwa dangdut berasal dari perkembangan orkes Melayu,” ujar Rhoma.

Menurut Rhoma, dangdut tumbuh dari musik Melayu yang menyerap banyak pengaruh, lalu membentuk karakter khas Indonesia. Ia menyatakan siap membantu penyusunan dokumen pengajuan UNESCO.

Selain isu UNESCO, Fadli menekankan penguatan ekosistem dangdut lewat kerja sama lintas pihak—pemerintah daerah, sanggar seni, industri musik, hingga media. Dalam pertemuan itu juga dibahas dukungan yang sudah berjalan, termasuk pemberian penghargaan kepada sejumlah platform media yang dinilai berkontribusi pada pemajuan kebudayaan melalui program musik dangdut.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Camelia Malik (Wakil Ketua PAMDI), Ike Nurjanah, Haji Mansyur S., Cici Paramida, dan Siti KDI. Dari Kementerian Kebudayaan, hadir Ahmad Mahendra, Endah T.D. Retno Astuti, Ismunandar, Syaifullah Agam, dan I Made Dharma Suteja.

Kementerian Kebudayaan dan PAMDI sepakat segera memulai penyusunan naskah akademik, dossier pengusulan dangdut, serta langkah diplomasi pendukung. (EKB)

Related Articles

Latest Articles