Indramayu, Demokratis
Memasuki Maret 2026, Kabupaten Indramayu menunjukkan ambisi besar dalam mentransformasi wajah daerahnya. Di bawah kepemimpinan Bupati Lucky Hakim, pemerintah daerah tengah memacu integrasi ke dalam Kawasan Metropolitan Rebana melalui serangkaian proyek infrastruktur strategis dan penguatan ekonomi digital.
Langkah ini diambil untuk memposisikan Indramayu bukan sekadar lumbung pangan, melainkan pusat logistik dan investasi baru di Jawa Barat bagian timur.
Solusi bagi kemacetan kronis di Jatibarang akhirnya menemui titik terang. Perencanaan peningkatan Underpass BH.421 Jatibarang telah resmi dimulai dan ditargetkan memasuki tahap konstruksi fisik tahun ini.
Selain itu, Pemkab Indramayu terus melobi percepatan Tol Kertajati-Indramayu (Kerta-Ayu) sepanjang 46 km. Tol ini diprediksi akan menjadi “urat nadi” yang menghubungkan pusat industri Indramayu langsung ke Bandara Internasional Kertajati, memangkas waktu logistik secara signifikan.
Penguatan Ekonomi Hilir dan UMKM
Strategi pembangunan tidak hanya fokus pada beton dan aspal. Sektor ekonomi kerakyatan turut diperkuat dengan Koperasi Merah Putih yang rencananya beroperasi penuh Maret 2026, fokus pada tata kelola lahan produktif dan penyaluran modal UMKM serta Investasi Global yang mengoptimalkan sektor migas, perikanan, dan pelabuhan untuk menarik investor di Kawasan Rebana.
“Indramayu memiliki kekuatan di sektor pertanian, energi, industri, dan kelautan. Potensi ini akan kami optimalkan dalam kerangka pengembangan Kawasan Rebana agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Lucky Hakim saat menandatangani “Deklarasi Bersama Pengembangan Kawasan Rebana” di Aula Gemah Ripah (Aula Barat) Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/26). (Ksm)
