Juara dunia tujuh kali, Marc Marquez, menolak untuk membicarakan peluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2026 sebelum memikirkan peningkatan di beberapa aspek pada motor Ducati yang menjadi tunggangannya.
Pebalap asal Spanyol tersebut mengisyaratkan bahwa upaya untuk meningkatkan performa motornya akan diterapkan di MotoGP Perancis di Sirkuit Bugatti pada akhir pekan ini. Menurut dia, hal itu lebih penting saat ini dibandingkan berbicara soal peluang meraih titel.
“Sejujurnya, pertama-tama, sebelum memikirkan gelar juara, kami perlu memperbaiki beberapa hal,” ujar pebalap yang berstatus sebagai juara bertahan tersebut.
Pebalap berusia 33 tahun itu memasuki seri kelima kalender musim ini di Le Mans dengan menempati posisi kelima klasemen sementara. Ia masih tertinggal 44 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang berada di puncak klasemen.
Dalam balapan terbaru di Jerez, Spanyol, ia gagal meraih poin akibat kecelakaan dan tidak bisa melanjutkan balapan. Hasil tersebut memperpanjang catatannya yang belum pernah finis di podium dalam empat seri yang sudah digelar musim ini.
Meski demikian, ia sudah mencatatkan dua kemenangan dalam Sprint Race. Kemenangan pertama diraihnya di MotoGP Brasil, sementara kemenangan kedua didapat di Jerez meski ia gagal meraih hasil maksimal dalam balapan utama.
“Jadi, saat ini saya memang menunjukkan bahwa di beberapa momen saya memiliki kecepatan, di beberapa sesi pada akhir pekan balapan saya tampil bagus. Namun, saya belum memiliki konsistensi,” ujar Marquez.
Penampilan Marquez pada awal musim ini sangat kontras dengan perjalanannya musim lalu. Ketika itu, ia tampil konsisten sejak awal musim dan mengunci gelar di MotoGP Jepang saat kompetisi masih menyisakan lima seri.
Pebalap berjuluk The Baby Alien itu memburu gelar juara dunia MotoGP kedelapan pada musim ini. Jika berhasil, ia akan sejajar dengan Giacomo Agostini sebagai pebalap tersukses dalam sejarah kompetisi dengan koleksi delapan gelar. (Rio)
