Indramayu, Demokratis
Seorang pria asal Turki bernama Muhammed harus menempuh perjalanan jauh ke Indonesia demi mencari keberadaan istri dan anak kandungnya yang diduga dibawa tanpa pemberitahuan saat dirinya tengah menjalani wajib militer di negaranya.
Muhammed diketahui menikah secara resmi dengan Sri Ayu, seorang perempuan asal Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Pernikahan keduanya berlangsung di Turki dan telah tercatat serta diakui secara sah oleh pemerintah setempat.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang kini masih berusia sekitar satu tahun. Namun dalam perjalanan rumah tangga mereka, hubungan Muhammed dan Sri Ayu dikabarkan kerap diwarnai perselisihan paham.
Situasi memuncak ketika Muhammed sedang menjalani wajib militer di negaranya. Menurut pengakuan Muhammed, di saat dirinya menjalani tugas negara, Sri Ayu justru meninggalkan rumah dan membawa anak mereka kembali ke Indonesia tanpa izin maupun pemberitahuan kepada dirinya maupun pihak keluarga.
“Memang saya pernah marah dengan dia, tapi di hati saya tidak ada keinginan untuk berpisah,” ungkap Muhammed dengan bahasa luar khas dialek Turkinya kepada Demokratis (22/4/2026).
Kepergian Sri Ayu disebut membuat Muhammed panik dan kebingungan. Pasalnya, seluruh komunikasi tiba-tiba terputus. Bahkan berbagai akun media sosial milik Sri Ayu disebut telah disembunyikan atau sulit ditemukan sehingga menyulitkan Muhammed untuk melacak keberadaan istri dan anaknya.
“Semua medsos saya di blokir. Saya sungguh bingung dan khawatir kemana dia pergi selama ini,” imbuh Muhammed.
Dalam kondisi penuh keterbatasan informasi, Muhammed mencoba menelusuri berbagai petunjuk yang tersisa, termasuk melalui riwayat pencarian dan data digital yang berhasil ia temukan. Dari situlah Muhammed akhirnya mengetahui asal daerah istrinya berada di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Berbekal informasi tersebut, Muhammed kemudian memutuskan datang langsung ke Indonesia untuk mencari sekaligus mengambil anak kandungnya.
Namun perjuangan Muhammed tidak berjalan mudah. Setibanya di Desa Tempel, ia dikabarkan mengalami kesulitan untuk dapat melihat anaknya sendiri. Pihak keluarga Sri Ayu disebut enggan memperlihatkan sang anak kepada Muhammed sebagai ayah kandungnya.
Di tengah upayanya mencari kepastian, Muhammed juga mendapat kabar bahwa Sri Ayu saat ini berada di Uni Emirat Arab dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).
Kondisi tersebut membuat Muhammed semakin khawatir terhadap tumbuh kembang anaknya yang kini diasuh oleh kakek dan nenek dari pihak ibu. Menurutnya, terdapat perbedaan pola asuh, budaya, kepatuhan, serta adat istiadat yang cukup jauh berbeda dengan kehidupan di negaranya.
Karena alasan tersebut, Muhammed mengaku berniat membawa anaknya kembali ke Turki agar dapat diasuh langsung olehnya sebagai ayah kandung. Namun proses tersebut kembali menemui hambatan.
Muhammed dikabarkan sempat berhadapan dengan sejumlah warga sekitar serta Pemerintah Desa Tempel yang kemudian berujung pada dibawanya Muhammed ke Polres Indramayu.
Saat berada di kantor kepolisian, Muhammed juga disebut mengalami kesulitan dalam berkomunikasi akibat kendala bahasa. Situasi itu membuat proses penyampaian maksud dan keinginannya kepada pihak kepolisian tidak berjalan maksimal.
Hingga kini, persoalan tersebut belum menemukan titik terang. Muhammed masih berharap dapat bertemu dan memperoleh haknya sebagai ayah kandung terhadap anaknya, sementara pihak keluarga Sri Ayu belum memberikan penjelasan secara terbuka terkait persoalan tersebut. (RT)
