Rabu, Mei 29, 2024

BKKBN Provinsi Jawa Barat Mengadakan Kegiatan Sosialisasi dan Bakti Sosial

Karawang, Demokraits

“Hamil pada saat pandemi Covid-19 sangat berbahaya, sehingga baiknya ditunda dulu, karena ibu hamil rentan terhadap paparan virus”  Hal tersebut disampakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, H Uung Kusmana, pada kegiatan Sosialisasi dan Bakti Sosial BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, Sabtu (13/6) di kantor Desa Gintung Kerta Klari.

Kegiatan bertajuk program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana tersebut di antaranya melakukan pembagian paket sembako bagi pasangan usia subur peserta KB maupun calon peserta KB, pemberian APD bagi tenaga kesehatan yang masih mau melakukan pelayanan KB, serta pelayanan KB di Puskesmas Anggadita.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi IX, H Obon Tabroni menyampaikan bahwa dampak Covid-19 sungguh telah meluluh lantakan sendi kehidupan ekonomi masyarakat. “Hal ini sangat dirasakan bagi jutaan buruh pabrik dan pegawai sektor lainnya. 6.5 juta  buruh terancam mengalami PHK massal karena Covid19,” papar mantan aktivis buruh ini.

Kegiatan yang juga dihadiri Plt kepala DPPKB, Hj Sofiah beserta jajaran DPPKB Karawang, Camat Klari, Mamat Rahmat yang didampingi perwakilan dari Danramil dan Kapolsek Klari ini menyebarkan sebanyak 1.000 paket sembako, serta 72 paket APD bagi peserta KB di Desa Gintung Kerta dan Desa Anggadita Kecamatan Klari, Desa Karang Ligar dan Desa Parungsari Kecamatan Telukjambe Barat serta Desa Purwasari Kecamatan Purwasari.

Sementara pada saat mengunjungi Desa Karang Ligar Kecamatan Telukjamne Barat, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar mengingatkan, program KB saat ini tidak hanya mengurusi seputar kontrasepsi saja, tapi seiring  berubah menjadi program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana).

“Tujuan utama program ini mengarah kepada bagaimana seluruh keluarga di Indonesia menjadi keluarga berkualitas, melalui perencanaan yang baik dalam berkeluarga,” ujar pria yang biasa disapa Ayah Uung ini.

Pada saat yang sama, H Obon Tabroni berharap kegiatan ini dapat memperkokoh peserta KB tetap menggunakan kontrasepsi pada saat pandemi Covid-19. “Tidak hanya menggunakan MKJP seperti IUD dan Implan saja, namun masyarakat bisa memilih Pil, suntik dan kondom sebagai alternatif kontrasepsi,” ujar putra Pabayuran Bekasi ini.

Sementara itu, Plt Kadis PPKB Karawang, Hj Sofiah berharap isu kehamilan meningkat tidak terjadi dan orang-orang masih mau tetap ber KB. “Semua harus terencana, apapun pilihan kontrasepsinya,” ujar Hj sofiah. (Jenal Alviansyah)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles