Lazio dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Gennaro Gattuso untuk menjadi pelatih baru menggantikan Maurizio Sarri mulai musim depan.
Laporan tersebut awalnya diungkap jurnalis transfer Italia Alfredo Pedullà dan kini diperkuat oleh Fabrizio Romano. Gattuso disebut telah menyetujui tawaran dari Lazio dan tinggal menunggu proses formal pergantian pelatih selesai dalam beberapa hari ke depan.
Perubahan di kursi pelatih Lazio sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa pekan terakhir.
Situasi di Stadion Olimpico memanas sepanjang musim, terutama setelah Sarri beberapa kali secara terbuka mengkritik ketidakjelasan strategi transfer klub serta konflik berkepanjangan dengan kelompok ultras.
Meski masih memiliki kontrak, Sarri dikabarkan akan mengakhiri kerja samanya secara baik-baik dengan Lazio pekan ini. Pelatih berusia 67 tahun itu disebut segera memulai petualangan baru bersama Atalanta.
Bagi Gattuso, ini akan menjadi pekerjaan pertamanya sejak gagal membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026. Timnas Italia tersingkir di babak play-off setelah kalah dari Bosnia dan Herzegovina, hasil yang memicu kritik besar terhadap mantan gelandang AC Milan tersebut.
Meski demikian, Lazio tetap melihat Gattuso sebagai sosok yang tepat untuk memulai fase baru klub. Karakter keras, disiplin tinggi, dan pendekatan emosional Gattuso dianggap cocok untuk membangkitkan kembali mentalitas tim setelah musim yang mengecewakan.
Gattuso sebenarnya bukan satu-satunya kandidat. Nama pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, juga sempat masuk dalam radar manajemen. Namun, Lazio akhirnya lebih condong memilih Gattuso untuk memimpin proyek baru mereka.
Musim 2025/26 menjadi salah satu periode terburuk Lazio di era kepemimpinan Claudio Lotito. Biancocelesti gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk musim kedua secara beruntun, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Lotito mengambil alih klub.
Situasi tersebut membuat perubahan besar di tubuh klub dianggap tidak terhindarkan. Kehadiran Gattuso diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Lazio, baik dari sisi performa di lapangan maupun hubungan internal klub yang sempat terganggu sepanjang musim. (Rio)
