Jumat, Juni 14, 2024

Investasi dan Masa Depan

Bagaimana ekonomi masa yang akan datang? Sebab, negara maju mesti dibarengi dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Salah satu jalan mencapai kemajuan ekonomi itu adalah investasi.

Sebagaimana kita ketahui dalam ekonomi terdapat pengeluaran atau yang dinamakan biaya yang mutlak dinamakan fix cost (biaya tetap). Seperti contoh biaya konsumsi makan. Selainnya variable cost biaya yang dikeluarkan yang tidak sama. Setiap waktu seperti biaya liburan, biaya tak terduga. Ada lagi pengeluaran untuk tabungan atau investasi.

Tentang biaya tabungan atau investasi besarannya tidak sama. Tetapi harus ada seperti biaya variable cost. Kita harus menabung atau investasi.

Urgensinya investasi ini adalah terkait masa depan. Sebab, kita tidaklah hidup hari ini saja tetapi hidup di masa yang akan datang. Harus ada dalam program hari ini.

Secara etimologi investasi diartikan modal yang dicadangkan atau ongkos diprogramkan masa yang akan datang. Dapat berbentuk tabungan dan sebagainya. Pada intinya modal untuk masa yang datang.

Dalam arti terminologi investasi diartikan sebagai konsep pertumbuhan ekonomi dalam mendapatkan modal finansial bagi memperoleh keuntungan hari ini dan hari esok. Tujuannya hari esok itu lebih maju dari pada hari ini dalam bidang ekonomi. Target demikian itu dianjurkan oleh agama.

“Siapa yang keadaannya lebih buruk dari kemaren adalah orang yang celaka. Siapa yang lebih baik dari hari kemaren adalah orang beruntung. Barang siapa kondisnya sama dengan kemaren adalah orang  merugi.” Hadis diriwayatkan dari Ali Abi Thalib.

Dalam Al Quran surat Al Hasyr ayat 18 dinyatakan bahwa orang yang beriman perlu mempersiapkan  ekonomi masa akan datang. Surat ini menegaskan secara tidak langsung menyuruh umat Islam untuk mempersiapkannya. Salah satu adalah melalui investasi ini.

Inilah perspektif agama menghendaki pertumbuhan lebih baik. Kondisi sama saja termasuk merugi apakah lagi jika kondisinya buruk dari masa kemaren. Harus ada keadaan yang meningkat lebih baik.

Di sinilah umat Islam harus menyadari perlunya investasi. Untuk menambah aset dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tanpa itu bangsa Indonesia akan ketinggalan.

Jakarta, 23 November 2023

*) Penulis adalah Doktor Dosen Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Jakarta

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles