Rabu, Mei 6, 2026

Lindungi Generasi Muda, Menkomdigi Meutya Tekankan Kesadaran Digital Sejak Dini

Jakarta, Demokratis

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan pentingnya membangun kesadaran digital sejak dini agar generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Saat beraktivitas online seperti menggunakan internet, media sosial, dan gim online, Meutya menegaskan bahwa kesadaran diri merupakan hal yang paling utama untuk melindungi diri di platform digital.

“Yang paling kuat adalah kesadaran diri, bukan sekadar pengawasan. Begitu kamu paham sesuatu merugikan masa depanmu, kamu sendiri yang harus berhenti. Itu kekuatan sesungguhnya,” ujar Meutya, Rabu (6/5/2026).

Meutya juga menambahkan penggunaan berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada prestasi belajar, hubungan dengan orang tua, serta kesehatan mental siswa.

Pemerintah, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS), telah menetapkan kebijakan pembatasan akses anak terhadap platform digital berisiko hingga usia tertentu.

Menurut Meutya, kebijakan ini bukan keputusan sepihak, melainkan didasarkan pada kajian ilmiah mendalam dari pakar psikologi, kedokteran, dan best practices berbagai negara.

“Ini adalah langkah perlindungan yang tegas agar anak-anak Indonesia tumbuh lebih siap dan mampu bersaing di era digital,” tegasnya lebih lanjut.

Meutya juga menjamin komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan akses internet berkualitas di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di daerah-daerah yang masih terbatas konektivitasnya.

“Kami pastikan setiap anak Indonesia dapat mengakses dunia digital dengan aman,” ujarnya. (EKB)

Related Articles

Latest Articles