Jumat, Juni 14, 2024

“Merayakan Hari Buku Sedunia” Memperkuat Literasi Dengan Membaca Buku di Tengah Pandemi

Pengantar

Tanggal 23 April merupakan hari spesial untuk para penggila buku. Sebab, setiap tanggal tersebut, Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia dirayakan oleh para pecinta buku dan pegiat literasi.

Dalam memerangi rasa jenuh selama social distancing, jika membaca buku bisa menjadi obat penghilang rasa bosan. Membaca buku merupakan cara efektif untuk menjadi obat bosan di kala social distancing. Cuma PR kita harus benar-benar menemukan satu buku yang membuat kita suka terhadap buku, agar kita ketagihan dalam membaca buku. Buku dalam bentuk lain lebih seru selama social distancing minat membaca pada masyarakat perlu  ditingkatkan. Juga, minat baca di daerah, di desa komposisi perpustakaan desa dalam era digital pada masa pandemi, untuk tumbuhnya minat baca dengan cara memfasilitasi mereka dengan penyediaan buku. Dilansir dari www.kominfo.go.id berdasarkan survei UNESCO, tingkat minat membaca masyarakat Indonesia memang masih berada pada angka 0,001%. Itu berarti perbandingannya adalah satu orang yang rajin membaca berbanding dengan seribu orang yang tidak rajin membaca. Bukan karena tidak ada waktu untuk sekadar menyandarkani lalu membaca buku. Di saat masa social distancing akibat penyebaran Covid-19 ini.

>Perpustakaan Menjadi Sumber Inovasi Belajar

“Di sebuah negara maju, pasti ada perpustakaan yang sangat modern. Kemudian di negara-negara berkembang pasti ada perpustakaan-perpustakaan kecil yang sedang bertumbuh. Peringatan Hari Buku Nasional hanyalah upaya kecil untuk meningkatkan budaya baca dan kecintaan terhadap buku. Karena dengan membaca, kita bisa meningkatkan kualitas kehidupan. “Kualitas hidup masyarakat Indonesia terbatas karena pengetahuan yang terbatas. Pengetahuan yang terbatas karena bahan bacaan yang terbatas. Bahan bacaan yang terbatas karena kualitas hidup yang terbatas. Inilah lingkaran setan yang harus diwaspadai,” ujar Supriyanto, Pustakawan Utama Perpustakaan Nasional.

Meningkatkan kegemaran membaca, menurut mantan Pustakawan Utama Supriyanto, dimulai dari menumbuhkan reading interest, reading habbit, reading culture, sampai reading skill.

Sehingga pengetahuan yang kita peroleh dari membaca menjadi ‘alat’ bagi kita untuk berdaya dan mencerdaskan kehidupan berbangsa.

>Terbatasnya Open Akses Layanan

Sebagai hari ulang tahun hari buku nasional, Presiden mengajak masyarakat untuk lebih banyak meningkatkan literasi dengan membaca buku. Di masa pandemi ini, imbuh Jokowi, masyarakat bisa memiliki kesempatan waktu luang untuk membaca. “Menjalani hari-hari di tengah pandemi Covid-19 ini kita semua hidup dalam keterbatasan. Kegiatan terbatas, pertemuan terbatas, bahkan ruang gerak terbatas. Saat-saat seperti inilah kita lebih punya waktu untuk membaca buku, baik buku fisik mau pun buku digital,” ucap Jokowi melalui akun resmi Instagram-nya, Minggu (17/5).

Menurut Jokowi, keterbatasan mobilitas masyarakat saat ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan lain seperti membaca buku. Kepada para warganet, Presiden pun turut bertanya buku apa saja yang sudah dibaca selama masa pandemi ini.

“Buku apa saja yang Anda baca selama masa pandemi ini?” tanya Jokowi.

Dalam ucapan Hari Buku Nasional itu, turut pula diunggah gambar animasi Jokowi memegang buku dengan latar belakang sejumlah bangunan ikonik di Indonesia, seperti Monumen Nasional, Rumah Gadang, dan Pura Bali. (OL-8). (Sumber.https//media indonesia.com)

Membaca akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan seperti berolahraga ketika Anda sudah terbiasa melakukannya. Pada awal memulainya, memang akan terasa berat dan sangat melelahkan. Anda mungkin saja akan cenderung menyerah dengan cepat. Tetapi jika Anda sudah terbiasa, membaca akan jadi lebih menyenangkan dan anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa.

Mempertahankan kebiasaan membaca dapat mengurangi stres dan meningkatkan daya ingatan. Itu akan membantu melawan penurunan kemampuan otak. Simak artinya membaca  mempunyai makna sehingga untuk mendapatkan ada beberapa tips untuk membangun kebiasaan membaca pada masa pandemi:

  1. Tanyakan Kepada Diri Anda tentang Alasan Anda Membaca

Menuliskan alasan mengapa Anda membaca bisa membantu anda tetap pada kebiasaan yang baru diterapkan. Anda perlu menemukan alasan Anda sendiri untuk membaca.

Ini dapat memastikan Anda untuk membentuk kebiasaan membaca yang sehat, agar tidak terpengaruh oleh prestasi membaca orang lain.

Jangan lupa untuk mengingatkan pada diri sendiri, mengapa Anda memulai kebiasaan membaca ini.

Hal ini akan membuat Anda konsisten melakukan kebiasaan membaca.

  1. Biasakan Membaca

Keinginan untuk membaca lebih banyak adalah awal yang baik. Namun, sayangnya tidak cukup untuk membangun kebiasaan.

Membaca dengan lebih banyak bukan merupakan tujuan, tetapi niat. Jika Anda ingin membaca lebih banyak, maka anda harus mulai membiasakannya.

Jika Anda menambahkan kegiatan membaca sebagai rutinitas Anda, ini berarti Anda akan secara konsisten melakukan kegiatan tersebut karena terus melakukannya.

  1. Tetapkan Tujuan Membaca Skala Harian

Tips ini lebih baik daripada menetapkan sasaran bacaan dalam skala bulanan. Kunci untuk mencapai tujuan membaca adalah dengan cara memecah kegiatan ini dalam jumlah kecil sesuai dengan kemampuan yang dapat Anda kelola.

Anda juga dapat menentukan berapa lama waktu yang Anda habiskan untuk membaca. Teknik ini kemungkinan besar akan membantu menciptakan kebiasaan membaca tanpa harus memikirkannya.

  1. Ciptakan Lingkungan Membaca yang Bebas Gangguan

Lingkungan akan sangat mempengaruhi kegiatan membaca Anda. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan tenang agar anda dapat fokus membaca.

Atur ponsel Anda dalam mode senyap untuk menghindari gangguan dari notifikasi ponsel.

Jika dalam tempat keramaian, gunakan earphone agar tidak terganggu dengan suara disekitar Anda.

  1. Mulailah Dengan Membaca Buku Pendek

Buku yang sangat tebal atau panjang biasanya dapat membuat lebih sulit dalam membentuk kebiasaan membaca.

Dengan buku yang tipis, Anda dapat menyelesaikan membaca buku tersebut dalam satu waktu.

Memulai dan menyelesaikan cerita merupakan awal yang bagus untuk kebiasaan membaca.

  1. Nikmati Prosesnya

Membaca tidak harus menjadi kewajiban. Motivasi yang mendasar untuk membaca adalah kenikmatan.

Ketika kita memikirkan jika Anda mewajibkan menyelesaikan satu buku dalam satu waktu akan menjadi kurang menyenangkan dan membuat anda tertekan.

  1. Ikuti Minat Anda

Bacalah buku sesuai dengan ketertarikan dan minat Anda. Anda tidak perlu untuk membaca buku yang tidak Anda sukai. Anda harus memiliki ketertarikan sejak awal. Ini akan membantu Anda untuk menikmati proses dan tenggelam dalam alur cerita buku tersebut. Pada akhirnya akan membuat Anda terus membaca seperti kata pepatah lama, buku adalah jendela dunia. Lewat buku kita bisa mengelilingi dunia tanpa harus meninggalkan tempat membaca. Selamat hari buku sedunia… Semoga bermanfaat.

Jakarta, 8 Juli 2020

 

Sumber referensi:

  1. https://jurnalpresisi.pikiran-rakyat.com/lifestyle/pr-15573969/7

2. http://www.ayobekasi.net/read/2020/04/01/5617/membaca-buku- kebutuhan-social-distancing-masyarakat-indonesia, diakses tanggal 6 Juli 2020.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles