Rabu, Mei 13, 2026

Pemerintah Rampungkan 19.312 Huntara untuk Korban Bencana Sumatera

Aceh Tamiang, Demokratis

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRR) memastikan sebanyak 19.312 hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir hingga longsor di Sumatera sudah rampung hingga 12 Mei 2026. Meski begitu, hingga kini masih ada hunian sementara yang masih dalam proses pembangunan.

“Hunian sementara atau huntara, berdasarkan data Satgas PRR per 12 Mei 2026, dari total target 20.338 unit sebanyak 19.312 (unit) telah selesai dibangun,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI dalam Konferensi Pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Lebih lanjut, Qodari menjelaskan telah ada 39.335 hunian tetap untuk korban bencana Sumatera. Pembangunan puluhan ribu hunian tetap tersebut dibangun oleh sejumlah pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Polri, Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Polkam), serta BPI Danantara.

Kemudian, Qodari memaparkan pemerintah kini telah menyalurkan tiga instrumen dukungan keuangan untuk korban bencana Sumatera. Di mana, pemerintah menyalurkan tiga instrumen dukungan keuangan secara bersamaan untuk memastikan warga terdampak tidak sendirian dalam memulihkan kehidupan dan kehidupan ekonominya.

“Data Satgas PRR pada 12 Mei 2026, sebesar Rp600 ribu per bulan per KK dan disalurkan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp1,8 juta per KK. Penyaluran DTH telah mencapai 100 persen kepada 20.767 KK. Terdiri dari 13.547 KK di Aceh, 4.288 KK di Sumatera Utara, dan 2.932 KK di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kemudian, dukungan perbaikan rumah yang telah disalurkan kepada 31.007 unit rumah dengan total anggaran Rp655 miliar. Rinciannya, 18.335 unit rumah rusak ringan yang mendapat uang Rp15 juta per unit dan 12.672 unit rumah rusak sedang yang mendapat uang Rp30 juta per unit.

Dan terakhir dukungan isi hunian, jaminan hidup, dan stimulan ekonomi dengan realisasi dukungan mencapai Rp192 miliar untuk isi hunian, Rp347 miliar untuk jaminan hidup atau jadup, dan Rp320 miliar untuk stimulan ekonomi.

“Total realisasi ketiga dukungan tersebut mencapai Rp860 miliar lebih,” ungkapnya. (EKB)

Related Articles

Latest Articles