Praktik Perjudian Merajalela di Jembrana

Negara, Demokratis

Aktivitas/praktik perjudian seperti tajen (sabung ayam), blok qiu dan bola adil sangat merajalela beroperasi di Kabupaten Jembrana, Bali. Meski telah berulang kali diberitakan media dan sempat viral, aktivitas yang melanggar hukum ini tetap saja beroperasi secara terang-terangan dan seolah-olah ada “pembiaran” dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Sejumlah pihak menantikan tindakan tegas dari pihak kepolisian. Karena terindikasi ada belasan arena judi tajen yang diduga masih beroperasi bebas di wilayah hukum Jembrana.

Dari pantauan langsung di arena judi tajen di kawasan Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, pada Jumat (5/6) malam, meski telah dilaporkan dan diberitakan aktivitas judi tersebut masih berjalan aman.

Entah kegiatan ini tidak diketahui atau memang sengaja ada pembiaran. Sebab lokasi judi itu cukup dekat dengan Markas Polsek Mendoyo.

Upaya konfirmasi pun telah dilakukan, menghubungi Kapolsek Mendoyo, Kompol Wayan Sartika. Namun hingga berita ini disusun belum ada tanggapan atau pernyataan resmi yang dapat diberikan.

Sumber media ini menuturkan, transparansi terkait informasi dari kepolisian sangat dibutuhkan. Mengingat praktik perjudian dinilai tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tapi juga berpotensi memicu dampak sosial.

“Praktik judi ini sangat dilarang dan sudah berlangsung cukup lama, tapi belum ada tindakan tegas dari instasi terkait (Polres Jembrana),” tutur sumber.

Nihilnya pengungkapan kasus judi tajen di Jembrana ini jelas menjadi tanda tanya besar. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional, transparan dan tegas sesuai dengan instruksi Kapolri.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Gede Alit Darmana, mengatakan, setelah mendapatkan informasi mengenai arena tajen di Pergung yang buka kembali, pihaknya langsung turun untuk melakukan pengecekan.

Namun lagi, upaya penindakan dari aparat kepolisian gagal, arena tajen yang awalnya ramai bobotoh mendadak berubah sepi.

“Malam itu langsung kami tindaklanjuti. Lokasi sepi dan tidak ditemukan apa apa termasuk praktik perjudian,” ungkap Alit singkat. (GT)

Related Articles

Latest Articles