Jumat, Mei 22, 2026

9 WNI yang Ditahan Israel Pulang ke Tanah Air Besok

Istanbul, Demokratis

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan otoritas Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) kini telah berada di Istanbul, Turkiye.

Harfin mengatakan, para WNI tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan internal oleh pihak Global Sumud Flotilla, guna dimintai keterangan dan kesaksian terkait penahanan yang mereka alami.

“Sudah di Istanbul. Dan mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh Global Sumud Flotilla karena akan dimintai keterangannya, kesaksian,” kata Harfin saat dihubungi, Jumat (22/5/2026).

Menurut Harfin, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pengalaman para relawan selama menjalani penahanan oleh otoritas Israel, beberapa waktu lalu.

Ia menyebutkan, setelah proses pemeriksaan selesai, para WNI dijadwalkan segera dipulangkan ke Indonesia.

“Besok pulang Insya Allah kalau tidak ada halangan,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, perihal kondisi fisik dan psikologis para relawan, Harfin juga memastikan GPCI akan memberikan pendampingan setelah mereka kembali ke Tanah Air.

“Iya pasti ada pendampingan dari GPCI,” ucap Harfin.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan akan memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan Flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang dibebaskan dari penjara Zionis Israel pulang ke Indonesia dengan selamat.

Kesembilan WNI yang bergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 tersebut telah keluar dari Israel dan tiba di Istanbul, Turki, Kamis waktu setempat, menjelang kepulangan mereka ke Tanah Air.

“Pemerintah Indonesia saat ini terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan proses pemulangan seluruh WNI ke Tanah Air berjalan dengan lancar,” ujar Sugiono dalam pernyataannya via akun media sosial X @menlu_ri, yang dipantau Jumat (22/5/2026).

“Sehingga seluruh WNI dapat tiba kembali dengan selamat dan sesegera mungkin,” sambung  Sugiono. (IB)

Related Articles

Latest Articles