Senin, Maret 16, 2026

Arab Saudi – UEA Kecam Serangan Iran ke Negara-negara Teluk

Arab Saudi, Demokratis

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mulai mengambil sikap terhadap Iran di tengah perang yang kian melebar di kawasan. Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden UEA Mohamed bin Zayed Al-Nahyan mengecam serangan Iran ke negara-negara Teluk sebagai eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan regional.

Kedua pemimpin itu berbicara lewat telepon dan menegaskan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC tidak akan tinggal diam. Mereka menyatakan siap mengerahkan seluruh kemampuan yang ada untuk mempertahankan wilayah masing-masing dan menjaga stabilitas kawasan.

Sikap itu muncul ketika Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, berusaha membantah tuduhan terhadap Teheran. Dalam unggahan di X, ia mengklaim “musuh” — merujuk pada Amerika Serikat dan Israel — memakai drone yang disamarkan sebagai drone Shahed buatan Iran dengan nama “drone Lucas”. Enayati juga bersikeras Iran hanya menargetkan kepentingan AS dan Israel, bukan negara-negara Teluk.

Namun bantahan itu tidak banyak meredakan kecurigaan. Sejak perang meletus pada 28 Februari, negara-negara Teluk disebut menghadapi ribuan serangan rudal dan drone yang mengarah ke fasilitas energi, bandara, pelabuhan, dan area sipil. Itu membuat ketegangan tak lagi berhenti pada perang Iran melawan AS dan Israel, tetapi mulai menekan keamanan negara-negara Teluk.

Bagi Indonesia, perkembangan ini penting karena titik tegangnya berada di kawasan Teluk dan dekat Selat Hormuz, jalur yang biasa dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Jika serangan terus berlanjut, risikonya bukan hanya pada stabilitas kawasan, tetapi juga pada pasokan energi dan biaya logistik global.

Pekan lalu, Dewan Keamanan PBB juga mengadopsi resolusi yang didukung 13 dari 15 anggota dan disponsori bersama 135 negara untuk mengecam serangan Iran serta menuntut penghentian permusuhan segera. (IB)

Related Articles

Latest Articles