Bekasi, Demokratis
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Diinformasikan ada 7 orang meninggal dunia.
KRL Commuterline yang ditabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/04).
Peristiwa tabrakan KRK dengan KA Argo Bromo yang memilukan inu terjadi sekitar pujul 22.55 Wib. Dari keterangan bahwa KA Argo Bromo tersebut tujuan Surabaya Pasar Turi, Jawa Timur dengan melintasi Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Korban meninggal dunia akibat tabrakan antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/04) malam, bertambah menjadi tujuh orang.
“Jumlah korban kecelakaan kereta tadi malam, meninggal dunia itu tujuh orang,” kata Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/04).
“Adapun total ada 81 korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit,” katanya.
Seluruh korban meninggal dunia dan luka-luka itu adalah penumpang KRL.
Adapun seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang sudah dievakuasi dalam kondisi selamat.
Sementara itu, sampai sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (28/04), tim penyelamat masih berusaha untuk mengevakuasi beberapa penumpang yang dilaporkan masih terperangkap dalam gerbong KRL.
Badan SAR Nasional telah mengerahkan sejumlah personel ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban. Hingga pukul 06.20 WIB, mereka masih berupaya mengeluarkan tiga orang yang terhimpit di dalam gerbong KRL.
Beberapa jam sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendatangi lokasi kejadian. Dasco menyebut ada kemungkinan korban terus bertambah lantaran evakuasi masih berjalan. (Juanda Sipahutar)
