Gelombang protes suporter Real Madrid terhadap Kylian Mbappe semakin menguat. Sebuah petisi yang menyerukan agar sang pemain meninggalkan klub dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 140.000 tanda tangan dalam waktu kurang dari 24 jam.
Kekecewaan suporter muncul di tengah performa tim yang kurang konsisten musim ini. Madrid tertinggal 11 poin dari pemuncak klasemen Barcelona di ajang La Liga, dengan hanya empat pertandingan tersisa. Peluang meraih gelar pun kian menipis.
Secara individu, Kylian Mbappé sebenarnya tampil impresif. Pemain asal Prancis itu telah mencetak 41 gol dan menyumbang enam assist dari 41 penampilan, menjadikannya salah satu pemain paling produktif di skuad.
Namun, performa tersebut tak cukup meredam kritik. Sejumlah suporter menilai sikap dan perilaku Mbappé, baik di dalam maupun di luar lapangan, memicu perpecahan di ruang ganti.
Kontroversi semakin memanas setelah perjalanan Mbappe ke Paris dan Italia saat masa pemulihan cedera menuai sorotan. Sebagian fan menganggap langkah tersebut menunjukkan sikap kurang empati terhadap kondisi tim.
Sepanjang musim ini, Mbappe tercatat absen selama 53 hari akibat lima cedera berbeda dan melewatkan 10 pertandingan. Meski demikian, ia tetap menjadi pencetak gol terbanyak klub.
Situasi ini memperlihatkan persoalan yang dihadapi bukan semata soal performa di lapangan, melainkan juga dinamika internal tim. Tekanan dari suporter pun kini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen dan pemain dalam menjaga stabilitas klub. (Rio)
