Dubes RI di Seoul Sesalkan Oknum WNI yang Kabur Manfaatkan Fasilitas Bebas Visa Grup

Seoul, Demokratis

Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, meminta agar Warga Negara Indonesia (WNI) mematuhi aturan ketat Korea Selatan terkait kemudahan visa.

Imbauan ini menyusul adanya laporan mengenai oknum WNI yang nekat kabur dari rombongan setelah tiba di Negeri Gingseng tersebut.

Para oknum tersebut memanfaatkan fasilitas bebas visa turis grup yang baru saja diberlakukan pada 28 Mei lalu. Hal ini dinilai menjadi batu sandungan di tengah upaya keras pemerintah Indonesia yang sedang mendorong penerapan bebas visa penuh bagi WNI.

“Kami banyak didesak untuk bebas visa, tetapi ternyata pada saat ada pelonggaran sedikit, ada oknum yang memanfaatkan untuk lari dan jadi ilegal migran di Korea. Ini tantangan buat kita,” kata Dubes Cecep, Rabu (10/6/2026).

Cecep menjelaskan bahwa kemudahan visa bagi grup turis dengan anggota minimal tiga orang ini merupakan implementasi nyata dari hasil kesepakatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae-Myung pada April lalu.

Kesepakatan itu bertujuan mempererat hubungan antar-warga atau people to people contact kedua negara.

Pasca-kesepakatan tersebut, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul terus bergerak aktif mendorong simplifikasi pengurusan izin masuk demi memudahkan akses WNI ke Korea Selatan, maupun sebaliknya.

Namun, aksi tidak bertanggung jawab dari oknum WNI ini dikhawatirkan dapat mencoreng kredibilitas Indonesia di mata otoritas setempat.

Dubes Cecep berharap kasus pelarian ini menjadi yang pertama sekaligus yang terakhir. Ia meminta seluruh elemen WNI dapat menjaga kepercayaan yang telah diberikan demi kelancaran diplomasi ke depan.

“Sehingga kepercayaan dari pemerintah, otoritas Korea, bahwa pengunjung Indonesia ini betul-betul bisa mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan bersama. Kalau kita bersama-sama menjaga itu, akan lebih memudahkan juga, tidak hanya ke Korea. Tentunya bagaimana warga negara Indonesia bisa dengan leluasa dan tanpa kesulitan, tanpa satu proses yang panjang, bisa berkunjung ke negara-negara sahabat,” sambungnya.

Berdasarkan data KBRI Seoul, tren mobilitas wisatawan antarkedua negara sebenarnya menunjukkan grafik yang sangat positif.

Pada tahun 2025, jumlah pelancong asal Korea Selatan yang berkunjung ke Indonesia menembus angka 500 ribu orang, sementara kunjungan WNI ke Korea berada di kisaran 350 ribu orang.

Lonjakan ini turut didukung oleh konektivitas udara langsung yang semakin bersaing, termasuk hadirnya maskapai berbiaya rendah T’way Air yang membuka rute baru bulan lalu.

Selain itu, kedua negara kini tengah berfokus pada pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan melalui program Korea Partnership Initiative for Sustainable Tourism (KOPIST) demi membangun kerja sama pariwisata regional yang tangguh. (IB)

Related Articles

Latest Articles