Kamis, Mei 21, 2026

Jalan Raya Sipirok Sipagimbar Status Jalan Provinsi Semakin Hari Semakin Rusak

Tapanuli Selatan,  Demokratis

Jalan Raya Sipirok menuju Sipagimbar, Kecamatan Saipar Dolok Hole, tepatnya di titik Desa Pinagar, Kelurahan Arse Nauli, Kelurahan Hutapadang, Desa Natambang Roncitan, Desa Lancat dan Sipogu, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, kondisinya rusak parah. Namun yang paling parah kerusakannya di Arse Nauli dan Jonggol, bila melewati jalan rusak tersebut, maka kenderaan biasanya masuk bengkel.

Lintasan jalan tersebut merupakan jalan status jalan Provinsi Sumatera Utara yang menghubungkan Kecamatan Sipirok – Arse dan Sipagimbar yang terkesan terabaikan, karena sekira sepuluh tahun berjalan perbaikan jalan hanya dengan tambal sulam dan asal jadi, sehingga cepat rusak.

“Padahal kondisi kerusakannya sudah mengancam keselamatan pengendara dan sangat mengganggu kenyamanan berkendara. Apalagi lampu LPJU di lintasan jalan tersebut puluhan titik mati, dan tidak diperbaiki oleh Dinas PUPR Tapsel,” terang P Hasibuan (34) warga Natambang Roncitan kepada wartawan, baru-baru ini.

Jalan rusak parah di tanjakan menjelang Arse Nauli dari arah Sipirok.

Menurutnya, kondisi jalan terlihat semakin rusak, lubang di jalan semakin dalam dan semakin melebar, kemudian aspal yang menjadi lapisan atas badan jalan semakin banyak yang terkelupas.

Sekira bulan April 2024 lalu, UPT Padangsidimpuan Dinas PUPR Provinsi sempat menimbun lobang  kubangan kerbau di titik di lintasan Kelurahan Arse Nauli, sekitar Simpang masuk sekolah SMK Negeri 1 Arse dan Jonggol, namun hanya bertahan 3 bulan saja berlobang kembali.

“Penimbunan jalan dikerjakan menghadapi jelang Hari Raya Idul Fiti 2024 lalu, agar arus mudik dan balik bisa lancar,” ujar Daksur.

“Masyarakat Kecamatan Sipirok, Arse, Arse, Saipar Dolok Hole dan Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan, mengharapkan sungguh kondisi jalan yang rusak parah tersebut ditingkatkan menjadi jalan hotmix dengan lebar 6 meter seperti pangkal jalan Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok menuju Arse,” jelas Kamuaro Siagian (63) warga Sipirok.

Nur Cholizah N. Hsb (21) mahasiswa Fakultas Hukum UMM Malang saat melintas di jalan Sipirok menuju Sipagimbar mengatakan bahwa kalau memang Pemprov Sumut tidak mampu memparbaiki jalan Rimbasoping tersebut yang mana ribuan titik ruas jalan yang rusak seperti kubangan kerbau, apa salahnya diserahkan saja kepada Pemkab Tapanuli Selatan atau mungkin dipercepat saja  Pembentukan Provinsi Tabagsel dan/atau Provinsi Sumatera Tengah (Sumteng).

“Ironisnya lagi kerusakan jalan Arse Nauli yang bertahun tahun tidak diperbaiki, masyarakat terus menyudutkan Bupati Tapanuli Selatan, karena berada di wilayah Tapanuli Selatan. Padahal status jalan tersebut adalah jalan Provinsi Sumatera Utara, tidak satu kali saja pengendara jatuh di jalan titik yang rusak Kelurahan Arse Nauli, kemudian di titik tanjakan menjelang Arse Nauli dari arah Sipirok, bahkan ada yang mengalami luka-luka,” tegas Nur. (Rahmat A)

Related Articles

Latest Articles