Sukabumi, Demokratis
Pemerintah Desa (Pemdes) Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, secara aktif terus mendorong potensi bisnis di sektor kopi hingga komoditas hortikultura yang akan menjadikan primadona unggulan dalam upaya untuk meningkatakan pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Desa (Kades) Sukalarang Ece Suryadi mengatakan, potensi yang akan ditingkatkan seperti komoditas hortikultura khususnya tomat ceri dan wortel adapun yang lainnya, terutama di bagian wilayah desa sebelah utara.
“Ke depanya kemungkinan pada bulan ini akan mengadakan kerja sama dengan para petani di bidang pengembangan sayuran tormat ceri ini, ada pasarnya yang mau menerima per kilonya sekitar Rp10 ribu,” ujar Ece saat ditemui Demokratis di Kantornya, Senin (2/2/2026).
Sementara untuk wilayah selatannya, lanjut Ece, pihaknya akan mengembangkan komoditas kopi yang sekarang sudah berbuah, diperkirakan dalam satu bulan ke depan akan dilakukan kegiatan panen.
“Begitu pun saya pribadi memiliki tanaman kopi kurang lebih sekitar 2000 pohon,” terangnya.
Menurutnya, bentuk pengolaan tanaman kopi itu dari warga, selanjutnya dibeli oleh pemerintah desa dan dipasarkan. “Mudah-mudahan ada peningkatan penghasilan terus ke depannya,” lanjutnya.
Selain tanaman kopi wilayah utara Desa Sekalarang saat ini sedang dikembangkan tanaman hultikultura jeruk lemon yang masih dapat menjadi potensi desa.
“Dari berkembangnya potensi desa di bidang pertanian dapat meningkatkan taraf ekonomi petani dan terciptanya lapangan kerja,” tuturnya.
Kades menegaskan, bahwa lahan yang sedang dikembangkan pada sektor pertanian di wilayah desa meliputi hak milik pribadi dan perkebunan, penanaman di perbukitan atau lereng merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana berbasis ekosistem yang terbukti efektif meminimalisir resiko tanah longsor dan banjir ke kawasan pemukiman.
“Saya mengharapkan adanya sinergitas antara pemerintah dan desa, terutama dinas terakit, secara langsung harus turun ke lapangan melihat bagaimana perkembangan pertanian yang ada di Desa Sukalarang, selain itu dapat medorong hasil pertanian serta memberikan batuan sarana produksi pertanian (saprodi),” tandasnya. (Iwan)
