Kamis, Juni 13, 2024

Pengawasan Kualitas Air Sisa Proses Tambang Emas Martabe Libatkan Masyarakat

Tapsel, Demokratis

PT Agincourt Resources melakukan pemantauan dan pengawasan berkala atas kualitas air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru. Sejak 2013, kegiatan pemantauan ini sudah melibatkan berbagai elemen masyarakat sekitar tambang yang tergabung dalam tim terpadu pemantau kualitas air limbah Tambang Emas Martabe.

Tambang Emas Martabe sebagai salah satu obyek vital nasional bernilai strategis, berkomitmen tetap melakukan operasional penambangan dan pengelolaan lingkungan berkelas dunia. Seluruh prosesnya ketat mengikuti protokol kesehatan, termasuk terlebih dahulu melakukan pengujian kesehatan seluruh anggota tim terpadu, termasuk karyawan dan Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Selatan yang terlibat dalam proses pengambilan sampel air.

Wakil Bupati Tapanuli Selatan sekaligus Ketua Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe Ir H Aswin Effendi Siregar MM MH menyebutkan, transparansi dan keterbukaan informasi yang diterapkan oleh Tambang Emas Martabe sewajarnya menjadi contoh bagi pengawasan operasional dan lingkungan pertambangan lainnya di Indonesia.

Dia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan pengambilan sampel, pengujian, hingga diseminasi dan sosialisasi hasil uji laboratorium air sisa proses Tambang Emas Martabe melibatkan tim terpadu. Pengujian air dilakukan oleh laboratorium terakreditasi di Jakarta.

“Berdasarkan pengamatan saya, keterlibatan tim terpadu pada pemantauan dan pengawasan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe ke sungai Batangtoru adalah yang pertama di Indonesia. Seluruh tahapannya terbuka, laboraturium pengujinya juga independen dan akurat yakni di PT Intertek Utama Services,” kata Aswin Effendi Siregar, Jumat (15/5).

Aswin mengaku jika dirinya dan masyarakat langsung melihat seluruh proses. Berdasarkan hasil pengujian sejak awal, kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe ke sungai Batangtoru telah memenuhi baku mutu sesuai dengan regulasi yang berlaku. Aswin berharap kerjasama yang baik antara pihak perusahaan, Pemerintah Daerah, dan masyarakat di sekitar tambang dapat terus terjadi.

Dipaparkannya, tim terpadu yang bertugas saat ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.188.44/1807/KPTS/2019. Tim terpadu terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah, ahli dari perguruan tinggi, perwakilan karyawan PT Agincourt Resources, serta perwakilan masyarakat dari desa/kelurahan di lingkar tambang yang anggotanya berganti melalui pembaruan SK Gubernur Sumut setiap 4 tahun sekali. Tim Terpadu terbentuk sejak 2013.

Masih kata Aswin, hasil dari pemantauan tim terpadu harus memenuhi baku mutu yang tercantum dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No.202/2004. Selama ini kualitas air sungai Batangtoru memenuhi baku mutu yang ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82/2001. Adapun, parameter air yang dianalisis di antaranya tingkat keasaman air (pH), Total Suspended Solids (TSS), kadmium (Cd), kromium (Cr), merkuri (Hg), nikel (Ni), sianida (CN), arsen (As), tembaga (Cu), timbal (Pb), dan seng (Zn).

Lokasi pengambilan sampel air dimulai pada titik ujung masuk pipa air sisa proses (inlet) dan ujung keluar pipa air sisa proses (outlet),sungai Batangtoru pada 500 meter sebelum titik pelepasan air, titik percampuran air sisa proses dan air sungai Batangtoru (outfall), serta 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan air.

Di sela-sela pengambilan sampel air,.Jumat (15/5), Koordinator Tim Terpadu Parlagutan Pardede,

enyeburkan jika pihaknya dilibatkan dalam setiap proses pemantauan mulai dari pengambilan sampel, pengiriman sampel tersegel ke laboraturium independen, hingga diseminasi ke masyarakat.

“Hasil uji biasanya diumumkan ke masyarakat langsung, disaksikan juga oleh Muspika Batangtoru dan Muara Batangtoru. Sampai dengan saat ini, kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe tidak merugikan sungai. Ikan masih banyak, aliran air ke persawahan juga tidak terkontaminasi. Kami langsung memantau, tidak ada rekayasa,” ujar Parlagutan.

Selain itu sambung Parlagutan, sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan hidup, PTAR juga bekerjasama dengan Pusat Kajian Sumber Daya Alam dan Energi dan Universitas Sumatera Utara. Melakukan kajian terkait kondisi biota perairan di sekitar areal tambang Martabe di Desa Aek Pining, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Adapun tujuan studi ini adalah untuk memahami keanekaragaman dan kelimpahan biota akuatik (plankton, benthic algae, makroinvertebrata dan ikan) di sungai-sungai yang berada di kawasan usaha pertambangan serta melakukan analisis terhadap kandungan beberapa jenis logam berat yang terakumulasi dalam jaringan tubuh biota air, khususnya ikan.

Sementara itu, Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono menegaskan, sejak Tambang Emas Martabe beroperasi secara komersial, manajemen memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan lingkungan, terutama pada kualitas air sisa proses ke sungai Batangtoru. Perusahaan meyakini, melalui pelaksanaan diseminasi dan sosialisasi, masyarakat memahami berbagai upaya yang sudah dilakukan selama ini oleh perusahaan dan tim terpadu. Hasil ujinya juga dapat menjadi barometer kepercayaan masyarakat terhadap komitmen Tambang Emas Martabe.

Tak hanya pelepasan air sisa proses tambang ke sungai Batangtoru, Katarina menekankan, seluruh tahapan pengelolaan lingkungan dan audit amdal Tambang Emas Martabe telah dilakukan oleh lintas Kementerian, yakni Kementerian ESDM yang penilaian lingkungannya dilaksanakan setiap tahun, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup terkait PROPER setiap tahun, pelaporan RKL/RPL setiap semester kepada Bupati Tapanuli Selatan, serta inspeksi terpadu oleh ESDM untuk penilaian terhadap lima aspek yakni teknis, lingkungan, konservasi, usaha jasa, dan keselamatan serta kesehatan kerja.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah setempat, yang selalu mendukung dan turut mengawasi operasional Tambang Emas Martabe yang berkelanjutan. Semoga Tambang Emas Martabe dapat terus berkontribusi positif terhadap kehidupan masyarakat di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara,” tutup Katarina. (MH)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles