Selasa, Mei 5, 2026

April 2026, Penjualan Mobil Listrik Xiaomi Melonjak Drastis

Raksasa teknologi asal China, Xiaomi, semakin menancapkan kukunya di industri kendaraan listrik (EV). Pada April 2026, Xiaomi mencatatkan lonjakan penjualan yang signifikan dengan mengirimkan lebih dari 30.000 unit mobil listrik kepada pelanggan di berbagai wilayah.

Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan pencapaian Maret yang berada di angka 21.440 unit. Kenaikan volume pengiriman ini menjadi sinyal kuat bahwa Xiaomi mulai berhasil mengatasi fluktuasi produksi yang sempat menghambat operasional mereka sebelumnya.

Dominasi Sedan SU7 dan SUV YU7

Keberhasilan Xiaomi tak lepas dari moncernya performa dua model andalan mereka di pasar. Sedan listrik Xiaomi SU7 terus memikat konsumen dengan catatan sekitar 60.000 pesanan untuk versi terbaru hingga akhir April. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.000 unit telah berhasil dikirim ke tangan konsumen sejak debutnya pada 19 Maret lalu.

Namun, bintang utama pertumbuhan kali ini adalah SUV listrik Xiaomi YU7. Sejak diluncurkan pada Juni 2025, model ini telah terjual sebanyak 231.000 unit hanya dalam kurun waktu 10 bulan. Capaian ini membuktikan bahwa penetrasi Xiaomi di segmen SUV diterima dengan sangat baik oleh pasar global.

Menanti Kehadiran Monster Jalanan YU7 GT

Ambisi Xiaomi tidak berhenti di situ. Perusahaan yang dipimpin Lei Jun ini tengah bersiap meluncurkan varian berperforma tinggi, Xiaomi YU7 GT, pada akhir Mei 2026. Kendaraan ini dirancang bagi pencinta kecepatan namun tetap mengutamakan kenyamanan perjalanan jarak jauh.

Dapur pacu YU7 GT dibekali dua motor listrik yang sanggup memuntahkan tenaga hingga 738 kW atau setara 990 tenaga kuda. Dengan spesifikasi “monster” tersebut, mobil ini diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km per jam hanya dalam waktu dua detik, dengan kecepatan puncak menyentuh 300 km per jam.

Meski bertenaga buas, YU7 GT tetap praktis untuk penggunaan harian dengan daya jelajah mencapai 705 km dalam sekali pengisian daya (standar CLTC). Mobil ini diperkirakan akan dibanderol pada kisaran harga Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar.

Ekspansi Masif Menuju Target 550 Ribu Unit

Secara fundamental, Xiaomi menargetkan total pengiriman sebanyak 550.000 unit EV hingga akhir tahun 2026. Target ambisius ini mencerminkan kenaikan lebih dari 30 persen dibandingkan realisasi penjualan tahun 2025 yang mencapai 410.000 unit.

Untuk mengejar target tersebut, Xiaomi terus memperluas jaringan distribusinya. Hingga akhir April, Xiaomi telah mengoperasikan 495 toko di 143 kota. Sepanjang Mei 2026, perusahaan berencana menambah lebih banyak titik distribusi untuk menjangkau basis konsumen yang lebih luas. (Rio)

Related Articles

Latest Articles