Selasa, Mei 5, 2026

Trump Bakal Minta Bantuan Xi Jinping Agar Iran Buka Lagi Selat Hormuz

Washington, DC, Demokratis

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan Presiden AS Donald Trump akan mendorong Presiden China Xi Jinping untuk lebih menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuzdi tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Hal itu rencananya dilakukan saat kedua pemimpin negara itu bertemu di Beijing pada pekan depan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Bessent mengatakan Trump dan Xi telah membahas situasi perang Iran lewat panggilan telepon dan korespondensi surat. Dilaporkan RIA Novosti, Selasa, 5 Mei, Bessent tidak mengungkapkan kapan komunikasi Trumpdan Xi itu terjadi.

“Mari kita lihat mereka meningkatkan upaya diplomasi dan membuat Iran membuka selat tersebut,” kata Bessent.

Dia menambahkan China membeli 90 persen ekspor energi Iran dan mendanai sponsor terorisme negara terbesar.

Sambil menegaskan Amerika Serikat kini mengendalikan selat tersebut, Bessent juga menyerukan agar China bergabung dengan Amerika dalam operasi internasional itu guna memulihkan pelayaran komersial di jalur air yang sangat penting bagi pasokan energi global.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump mengumumkan inisiatif baru bernama Project Freedom untuk memandu kapal-kapal komersial yang terdampar melalui rute pelayaran sempit tersebut. Selat Hormuzsecara efektif telah ditutup oleh Iran sejak Amerika Serikat dan Israel memulai perang pada akhir Februari lalu.

Sementara itu, Militer AS pada Senin (4/5) menyebutkan dua kapal dagang berbendera Amerika Serikat telah berhasil melewati jalur laut antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Namun, Iran, yang telah mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melewati titik sempit tersebut tanpa izin, membantah ada pelayaran transit yang berhasil dilakukan.

Sejak Trump mengumumkan tentang operasi tersebut, pertempuran kembali meningkat di Timur Tengah, dengan Iran meluncurkan serangan rudal dan drone pertamanya terhadap Uni Emirat Arab (UEA) sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat diberlakukan sekitar sebulan lalu.

Trump juga mengatakan di media sosial Iran telah menembaki kapal kargo Korea Selatan dan target lain yang tidak terkait dengan operasi baru maritim AS.

“Mungkin sudah saatnya Korea Selatan datang dan bergabung dalam misi ini,” kata Trump sembari menambahkan Amerika telah menghancurkan tujuh kapal kecil milik Iran.

Di tengah perang dan ketidakstabilan di Timur Tengah, Trump sebelumnya menunda perjalanannya ke China—kunjungan pertama presiden AS yang sedang menjabat dalam lebih dari delapan tahun—dari jadwal yang awalnya pada 31 Maret hingga 2 April.

alam pertemuan yang kini dijadwalkan pada 14–15 Mei, Bessent mengatakan pemerintahan Trump ingin mempertahankan hubungan yang stabil dengan Beijing.

“Kami memiliki stabilitas yang baik dalam hubungan ini dan itu berasal dari rasa saling menghormati antara kedua pemimpin,” ucap Bessent.

Trump juga mengatakan dalam sebuah acara di Gedung Putih ia berharap dapat segera bertemu Xi dalam kunjungan yang menurutnya sangat penting.

Meskipun masih banyak isu perdagangan dan lainnya yang belum terselesaikan, sikap Trump terhadap China telah melunak secara signifikan sejak pertemuannya dengan Xi di Korea Selatan pada Oktober 2025.

Tanpa secara langsung menyebut China dalam konteks perang Iran, Trumpmengklaim Amerika Serikat memimpin dalam bidang kecerdasan buatan, tetapi kedua negara memiliki persaingan yang sangat bersahabat. (IB)

Related Articles

Latest Articles