Sabtu, April 25, 2026

Podcast Kebangsaan FORGAS Bahas Penguatan Dresta Bali dan Nilai Kebangsaan di Era Digital

Denpasar, Demokratis

Suasana hangat dan penuh semangat kebangsaan terasa di kediaman Ketua FORGAS yang berlokasi di Jalan WR Supratman, Denpasar Timur, Rabu (22/4/2026). Di tempat tersebut digelar kegiatan podcast kebangsaan yang membahas peran adat dan budaya dalam menjaga jati diri bangsa di tengah arus digitalisasi.

Kegiatan podcast ini turut dihadiri oleh IPTU (Purn) Pol. I Gusti Lanang Sandiartha selaku Ketua FORGAS DPC Kota Denpasar beserta jajaran pengurus FORGAS Denpasar. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, dimulai sejak sore hari hingga tanpa terasa berlanjut sampai malam hari karena suasana dialog yang begitu menarik dan penuh pemikiran mendalam.

Podcast yang dipandu oleh Sapta Patriot tersebut mengangkat tema “Peran Forum Gerakan Adat Se-Nusantara dalam Menjaga Nilai-Nilai Kebangsaan di Era Digital dan Penguatan Dresta Bali.”

Dalam kesempatan tersebut hadir dua narasumber utama dari FORGAS Bali, yaitu Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd selaku Sekretaris DPD FORGAS Bali dan Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra selaku Ketua DPD FORGAS Bali.

Pada sesi pembuka, Sapta Patriot menyampaikan bahwa podcast kebangsaan ini bertujuan untuk menggali pemikiran mengenai bagaimana menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat identitas budaya Nusantara di tengah kemajuan teknologi digital yang semakin pesat.

Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat seperti FORGAS memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya dan adat istiadat agar tetap hidup serta tidak tergerus oleh berbagai pengaruh budaya luar yang tidak sejalan dengan kearifan lokal.

Dalam pemaparannya, Ketua DPD FORGAS Bali, Dr. Kadek Arya Bagiastra, menjelaskan bahwa FORGAS lahir dari keprihatinan terhadap semakin kuatnya pengaruh ajaran transnasional yang berpotensi menggerogoti nilai-nilai adat dan budaya Nusantara.

“Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat, berbagai nilai dan budaya dari luar dapat dengan mudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Karena itu FORGAS hadir sebagai wadah kepedulian masyarakat untuk menjaga serta memperkuat warisan budaya Nusantara agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” jelasnya.

Sementara itu, Prof. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani menyoroti pentingnya peran pendidikan serta keluarga dalam menanamkan kesadaran budaya kepada generasi muda.

Menurutnya, perubahan sosial yang terjadi melalui media digital membuat generasi muda sangat mudah terpapar berbagai pengaruh budaya luar. Oleh karena itu diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat adat, serta organisasi sosial dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya.

Dalam diskusi tersebut juga dibahas mengenai pentingnya penguatan Dresta Bali sebagai fondasi kehidupan masyarakat Bali. Nilai-nilai filosofi seperti Tri Hita Karana dinilai tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam.

Selain itu, para narasumber juga menyinggung tentang perkembangan investasi di Bali yang harus tetap memperhatikan nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Investor yang datang ke Bali diharapkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan budaya lokal.

Kegiatan podcast berlangsung dalam suasana diskusi yang hangat, penuh gagasan, serta diwarnai berbagai pandangan strategis mengenai masa depan budaya Bali di tengah dinamika zaman.

Melalui podcast ini diharapkan semakin tumbuh kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga dan mencintai budaya Nusantara sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. (GT)

Related Articles

Latest Articles